Kerap Dikeluhkan Rawan Lakalantas, Di Era Kepemimpinan Dedy Putra Jalan Simpang Tanjung Menanti Diperbaiki, Ini Rekam Jejak Kontraktornya

BUNGO3 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Upaya pemerintah kabupaten Bungo di era kepemimpinan H.Dedy Putra dan Ust Tri Wahyu Hidayat ( bupati – wakil Bupati ) Bungo untuk menjemput dan menarik anggaran APBN dan APBD ditengah efesiensi anggaran patut di acungi jempol dan menjadi kebanggaan masyarakat kabupaten Bungo

Misalnya rehabilitasi dam Batang Uleh dan cetak sawah di beberapa kecamatan, Revitalisasi kawasan lapangan Semagor, pasar atas Muara Bungo dan pembangunan turap penahan tebing di Kelurarahan Tanjung Gedang – Jaya setia serta peningkatan jalan Bandara Muara Bungo dan jalan lingkar simpang Tanjung Menanti serta pembangunan kantor Imigrasi, yang kesemuanya bersumber dari dana APBN dan APBD provinsi Jambi yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor dari luar daerah sayangnya dalam pelaksanaannya kurang diawasi dengan dalih leading sektornya bukan di kabupaten melainkan provinsi,kabupaten hanya menyediakan tempat dan lokasi dan hanya sebatas koordinasi saja,akibat alasan tidak memilki kewenangan inilah menyebabkan rekanan kontraktor bekerja tanpa mendapat pengawasan dari pemerintah kabupaten yang bermuara pada mutu dan kualitas pekerjaan.Ditambah dengan alasan rasa khawatir kedepan tidak akan dikucurkan lagi anggaran bila diributkan.

Di jalan Lingkar Simpang Tanjung menanti terdapat pengerjaan jalan yang selama ini dikeluhkan rawan kecelakaan, tahun 2026 sudah mulus dikerjakan oleh kontraktor asal Jambi yakni PT.Frento yang diawasi oleh konsultan pengawas CV.Dimensi Statika.

Proyek Jalan lingkar Muara Bungo- Sungai Buluh dan Simpang Tanjung Menanti – Simpang Terminal yang leding Sektornya Dinas PUPR Provinsi Jambi dengan nilai kontrak Rp.2.367.870.000,- tersebut rampung dikerjakan

“Sudah lama masyarakat mengeluhkan jalan rusak simpang Tanjung menanti ini karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas, Alhamdulillah sejak Dedy Putra Jadi bupati Bungo Yang belum genap dua tahun ini jalan simpang tanjung menanti tidak lagi dikeluhkan oleh masyarakat ” Tutur Anto warga Bungo yang juga pengguna jalan saat dimintai tanggapannya di lokasi proyek

Kita boleh bangga dengan kepiawaian bupati Bungo jemput bola dan membawa anggaran untuk membangun daerah namun kualitas dan mutu pekerjaan patut diperhatikan, jangan sampai baru beberapa bulan selesai sudah rusak lagi ” Tutur Anto

Berdasarkan data yang dihimpun bungonews di ketahui bahwa PT.Frento kontraktor yang mengerjakan proyek jalan simpang tanjung menanti tersebut ternyata pada tahun 2025 menjadi disorot tajam oleh BPK RI, BPK RI menemukan kekurangan volume dan mutu pada dua proyek Frento di Jambi. Yakni Jalan Tugu PMD–Poros Kuala Jambi–Jerambah Beton senilai Rp 10,92 M dan Pedestrian Jl. Letkol RA Rahman Rp 12,87 M

Selain itu diketahui pada Proyek Jalan Simpang Seling -Muara Jernih (Merangin, 2023): Pengerjaan proyek senilai Rp8,49 miliar ini sempat diprotes warga dan disorot karena dinilai dikerjakan “asal-asalan”. Lapisan pengaspalan ditemukan sangat tipis dan mudah mengelupas, sehingga dinilai berpotensi merugikan keuangan negara dan proyek jalan dalam kota Bangko penanganan rutin jalan Rp.4 Miliar

Perusahan ini juga diketahui juga bergerak pengolahan batu alam dusun Senamat Kecamatan Pelepat memproduksi batu split

( BN – war )

Redaksi tidak menerima tulisan,artikel dan berita hasil edit AI dan melarang copy paste berita ini tanpa izin

Komentar