Bungonews.net,Bungo-Keluhan masyarakat terhadap minimnya personel serta tidak berfungsinya armada pemadam kebakaran (Damkar) di sejumlah kecamatan Kabupaten Bungo kembali mencuat. Kondisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu dinilai bukan lagi sekadar persoalan pelayanan, tetapi telah mengancam keselamatan jiwa warga.
Tragedi kebakaran yang terjadi di Dusun Tepiandanto, Kecamatan Jujuhan Ilir, pada Senin (29/6/2026), menjadi bukti pahit. Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak dan hangus terbakar bersama rumah yang ditempatinya.
Warga menilai lambannya penanganan kebakaran tidak terlepas dari minimnya kesiapsiagaan Damkar di wilayah kecamatan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar disebut hanya menjadi pajangan karena armada sering rusak, bahkan di beberapa wilayah sudah tidak tersedia lagi.
“Sudah lama Damkar di sini dikeluhkan masyarakat. Beberapa kali terjadi kebakaran, mobil Damkar tidak berfungsi. Sekarang malah tidak ada lagi. Kami minta perhatian serius dari pemerintah daerah,” ujar seorang warga.
Menanggapi persoalan tersebut jauh sebelumnya Bungonews mengkonfirmasi Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bungo, Daruqotni, mengakui banyak kendaraan Damkar dalam kondisi rusak. Menurutnya, kerusakan itu telah terjadi jauh sebelum dirinya menjabat.
Ia mengatakan pihaknya telah mengusulkan pengadaan armada baru kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.
Hal senada disampaikan Kepala BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi. Ia mengaku pemerintah daerah telah mengajukan permohonan bantuan mobil operasional, mobil tangki, serta perlengkapan penanggulangan bencana lainnya kepada BNPB. Namun, ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam penanganan bencana, terutama memasuki musim kemarau.
Di tengah sorotan publik terhadap lemahnya kesiapsiagaan Damkar, hingga kini belum terlihat langkah politik dari DPRD Kabupaten Bungo untuk memanggil OPD terkait guna meminta penjelasan dan mengevaluasi pelayanan yang menyangkut keselamatan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterlambatan membenahi layanan pemadam kebakaran bukan hanya soal aset yang rusak, tetapi juga dapat berujung pada hilangnya nyawa warga.( BN )

























Komentar