Bungonews.net,Bungo-Harapan petani di Dusun Aur Gading, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, perlahan memudar setelah sawah yang menjadi tumpuan hidup mereka dilanda banjir hebat pada 31 Desember 2025 lalu. Luapan Sungai Jujuhan merendam areal persawahan hingga menyebabkan tanaman padi gagal panen atau puso.
Air yang menggenangi sawah selama berhari-hari membuat padi yang baru memasuki masa pertumbuhan membusuk dan mati. Bagi para petani, kondisi ini bukan sekadar kehilangan hasil panen, tetapi juga hilangnya sumber penghasilan utama yang menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.
Kini, para petani hanya bisa berharap ada kepedulian dan perhatian nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Mereka menginginkan adanya pendataan kerugian, bantuan bagi petani terdampak, serta solusi jangka panjang untuk mencegah banjir yang kerap berulang setiap tahun.
Tanpa intervensi pemerintah, petani khawatir kondisi ini akan semakin menekan perekonomian masyarakat tani dan berdampak pada ketahanan pangan daerah.
“Sawah kami terendam banjir, padi membusuk dan tidak ada harapan untuk hidup kembali. Untuk menggarap lahan lagi saja kami sudah tidak sanggup, apalagi membeli bibit,” ujar H. Manan, Ketua Kelompok Tani Dusun Aur Gading, kepada Bungonews, Kamis (8/1/2026)
Ia menyebutkan, sedikitnya belasan hektare areal persawahan di Dusun Aur Gading terdampak banjir yang terjadi di penghujung tahun 2025 tersebut. Kerugian yang dialami petani pun tidak sedikit, mengingat sebagian besar modal telah dikeluarkan sejak awal masa tanam.
Atas nama para petani, H. Manan berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat hadir memberikan bantuan dan perhatian serius. Menurutnya, dukungan kepada petani merupakan bagian penting dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
“Kami hanya ingin bisa kembali menanam dan bertahan hidup dari sawah kami sendiri,” harapnya dengan nada lirih.
(BN/Azh)


























Komentar