Wakil Bupati Bungo Ingin Pencak Silat Cetak Atlet Berkualitas dan Harumkan Nama Daerah

BUNGO, OLAH RAGA418 Dilihat

Bungonews.net,Bungo, -Wakil Bupati Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat hadir menyaksikan pergelaran seni budaya pencak dorr dalam rangka Harlah ke-40 Pagar Nusa di Perumahan Lintas Asri, Kelurahan Sei Kerjan, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, Ahad (04/01/2026).

Wakil Bupati Bungo Ust Tri Wahyu Hidayat Hadiri Harlah ke 40 Pagar Nusa di BTN Lintas Asri ( dok.Syarif Abrurahman )

Pencak dor ini disaksikan dan diikuti oleh ratusan pendekar dari berbagai perguruan yang ada di Kabupaten Bungo. Pertarungan dikonsep satu lawan satu dengan dua wasit dan dilakukan di atas matras lesehan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat mengapresiasi kegiatan olahraga pencak dorr dan meminta pelatih mencetak atlet yang kaya teknik, kuat fisik serta mental.

Ia juga berharap kepada seluruh pendekar di Kabupaten Bungo untuk bisa meningkatkan prestasi agar bisa mengharumkan nama Kabupaten Bungo dalam berbagai gelanggang olahraga.

“Saya mohon kepada pelatih, untuk diseriusin masalah olahraga beladiri ini. Dibuat sistem perkaderan dan latihan yang bagus. Nanti semoga bisa mewakili Kabupaten Bungo dalam pertandingan tingkat provinsi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bungo, kata Ustadz Tri Wahyu Hidayat, sangat mendukung kegiatan kepemudaan khususnya olahraga beladiri. Ia juga berharap ada acara khusus yang mengumpulkan seluruh perguruan beladiri di Kabupaten Bungo.

“Nanti saya minta ada kegiatan ngopi dan ngobrol bersama yang dihadiri oleh seluruh perguruan, ketua Pagar Nusa Bungo Cak Sony bisa bantu kegiatan ini,” pintanya.

Ustadz Tri Hidayat juga meminta kepada pendekar yang bertarung dalam pencak dorr untuk tidak menyimpan dendam setelah pertarungan. Ia menekankan, bahwa dari pergelaran pencak dorr ini, tujuan utamanya untuk latihan mental, leadership, dan menguji teknik serta kemampuan. Sehingga ketika tahu kelemahan di sisi mana, maka bisa dievaluasi.

“Jangan dendam, tetap semangat sportivitas dan persaudaraan. Dari pertandingan ini kita tahu, bahwa di atas kita masih ada yang lebih hebat. Karena terkadang di lapangan bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan teknik,” tutupnya. (BN | Syarif Abdurrahman )

Komentar