Bungonews.net, Bungo – Indikasi adanya praktik monopoli dalam pelaksanaan sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Bungo mulai mencuat. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan adanya dugaan persekongkolan antara oknum tertentu dengan pihak rekanan, disertai komitmen fee yang menjadi syarat tak tertulis dalam setiap pengerjaan proyek.
Beberapa pelaku usaha jasa konstruksi di daerah ini mengaku sulit bersaing secara sehat dalam tender proyek. Mereka menilai, sistem pengadaan yang seharusnya terbuka dan kompetitif justru terkesan tertutup serta dikuasai oleh kelompok tertentu.
“Kalau tidak ada komitmen, peluang menang sangat kecil. Kami sudah sering ikut tender, tapi ujungnya nama pemenang sudah bisa ditebak,” ujar salah satu kontraktor lokal yang enggan disebutkan namanya kepada Bungonews.net, Senin (3/11/2025).
Sumber lain menyebutkan, indikasi praktik pengaturan proyek terlihat dari pola pembagian paket pekerjaan yang tidak merata. Sejumlah proyek dengan nilai besar disebut-sebut dikerjakan oleh pihak yang sama menggunakan beberapa perusahaan berbeda untuk mengelabui proses administrasi.
Di sisi lain, sejumlah pengamat pembangunan daerah menilai bahwa praktik semacam ini dapat merugikan daerah dan berdampak pada menurunnya mutu pekerjaan.
“Kalau proyek dikuasai segelintir pihak, kualitas bisa jadi korban. Pemerintah harus memastikan semua proses berjalan transparan dan akuntabel,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik di Bungo.
pengaturan dan komitmen fee antara oknum rekanan dengan oknum pejabat terkait di Bungo tidak hanya terjadi pada proyek yang ditenderkan namun juga terjadi pada proyek yang di PLKan bahkan yang diswakelolakan
Tidak hanya pengakuan dari sejumlah rekanan kontraktor yang dibuktikan dengan buktikan dengan percakapan dan bukti setoran saja namun hasil pantauan dilapangan membuktikan bahwa sejumlah proyek dikerjakan oleh satu rekanan baik yang ditenderkan maupun yang di PLkan , bahkan sebagian proyek mengatasnamakan satu orang baik perusahaannya dipakai maupun menggunakan bendera perusahaan lain
‘ Yo ndo ,proyek yang tender itu sayo yang punyo tapi saya pakai bendera perusahaan lain tapi yang PL langsung dikerjakan oleh pemilik perusahaan ” Tutur kontraktor seneor di Bungo saat dihubungi via telpon
Fakta lain terungkap , sejumlah proyek pengerjaan proyek tahun 2025 ini dipastikan tidak tepat waktu dan dikerjakan asal jadi ” Kayu kunsennya kayu kelas 4 pak dalam RAB kayu kelas 2 ” Tutur Fahrul anggota konsultan pengawas di salah satu instansi di Bungo
Tunggu Khabar selanjutnya hasil investigasi fakta dilapangan dan dugaan persekongkolan proyek di Bungo ( BN )





















Komentar