Bungonews.net, Bungo-
Di tengah sejuknya udara Bukit Sari, Kecamatan Jujuhan Ilir suara palu dan gesekan gergaji serta suara sendok semen menyentuh dinding SDN 188/II Bukit Sari , seakan – akan menambah semangat tukang bangunan yang direkrut dari desa setempat.Bukan kontraktor besar yang datang membangun sekolah ini, melainkan tangan-tangan masyarakat sendiri.
Revitalisasi SDN 188/II Bukit Sari tahun anggaran 2025 ini memang istimewa. Dengan nilai Rp 482 juta, proyek ini dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) bersama pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Bagi mereka, proyek ini bukan sekadar pekerjaan fisik tapi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak di desa mereka.
Kepala sekolah, Marno, S.Pd, terlihat menyapa para pekerja dengan senyum hangat. Ia mengatakan bahwa setiap tahap pekerjaan dilakukan dengan hati-hati, mengacu pada juklak, juknis, dan RAB yang telah ditetapkan, serta terus berkoordinasi dengan konsultan.
“Kami tidak ingin asal cepat selesai. Yang kami kejar adalah mutu, keterlibatan masyarakat, dan rasa memiliki. Ini sekolah untuk anak-anak kita semua,” tutur Marno dengan nada tegas namun penuh kehangatan.
Ia menuturkan, pelibatan masyarakat bukan hanya soal tenaga kerja, tapi juga bentuk partisipasi dalam pengawasan. Masyarakat diberi ruang untuk memastikan hasil pembangunan sesuai kebutuhan dan manfaatnya bisa dirasakan bersama.
“Dengan cara ini, mereka merasa memiliki sekolah ini. Mereka ikut membangun, ikut mengawasi, dan nanti ikut menjaga,” tambahnya.
Salah satu warga yang ikut bekerja,, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengatakan bahwa bekerja di proyek sekolah ini bukan semata mencari upah, melainkan bagian dari kebersamaan yang sudah lama tumbuh di Bukit Sari.
“ Yang sekolah disini anak-anak kami, rasanya bahagia sekolah ini diperbaiki. Kami ingin sekolah ini lebih baik dari sebelumnya,” ujar warga kepada Bungonews ( 16/10/2025 )
Pantauan di lapangan, proyek revitalisasi terus berjalan dengan memanfaatkan tenaga lokal dan material sesuai spesifikasi. Gotong royong dan rasa saling percaya tampak menjadi kekuatan utama yang menjaga semangat kerja tetap hidup setiap hari.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan gedung yang lebih layak, tetapi juga membangun semangat baru bahwa pendidikan yang bermutu lahir dari kerja sama dan kepedulian semua pihak.
Karena di Bukit Sari, pembangunan sekolah bukan hanya tentang tembok dan atap, melainkan tentang harapan, kebersamaan, dan cinta terhadap masa depan anak-anak mereka.
Editor: Azwari


























Komentar