Memalukan! Oknum Dokter di Bungo Ditangkap Karena Sabu, Istri Ikut Digelandang ke Polda Jambi — 5 Tersangka Lain Dilimpahkan ke Polres Bungo

NARKOBA2949 Dilihat

Bungonews.net, Bungo – Ironi dunia kesehatan di Bungo. Seorang oknum dokter berinisial F, yang semestinya menjadi penyelamat nyawa, justru ditangkap Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Jambi karena diduga kuat mengonsumsi sabu. Tak hanya itu, sang istri berinisial E juga ikut digelandang dalam operasi yang digelar Kamis (4/9/2025).

Dari tangan keduanya, Polisi mengamankan beberapa paket sabu siap pakai.

“Yang ditangkap ado tujuh orang. Dokter samo istrinyo dibawa ke Polda Jambi,” ungkap seorang sumber, Rabu (10/9/2025).

Sementara lima orang lainnya yang ikut diamankan, dilimpahkan ke Polres Bungo untuk diproses lebih lanjut.

KBO Satres Narkoba Polres Bungo, IPDA Ferry Irawan, membenarkan penangkapan tersebut. Namun ia menegaskan kasus oknum dokter itu sepenuhnya ditangani Polda Jambi.

“Kalau untuk proses oknum dokter, itu ranah Polda. Kami hanya menerima limpahan lima tersangka lainnya,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Bungo, AIPDA Desrianto HN, mengungkap identitas kelima tersangka yang diserahkan ke Polres Bungo:

NN (45) dan RA (37), warga Kelurahan Jaya Setia, Pasar Muara Bungo.SM (24), warga Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani.,OO (42), pecatan anggota Polri, warga Bungo Timur, Pasar Muara Bungo. AJ (44), warga Kecamatan Rimbo Tengah, Bungo.

Mereka ditangkap di sebuah rumah di Jalan Baharudin, RT 009/RW 003, Kelurahan Jaya Setia, Pasar Muara Bungo. Dari lokasi, Polisi menyita barang bukti berupa:

Dua plastik klip kecil berisi kristal bening diduga sabu,Satu bungkus plastik berisi klip kosong,Satu kotak rokok Dji Sam Soe warna hitam,Uang tunai Rp100 ribu,Empat unit handphone berbagai merek (Infinix, Realme, Vivo, Oppo).

Kasus ini menambah panjang daftar keterlibatan kalangan terhormat dalam penyalahgunaan narkoba. Publik menilai, penangkapan oknum dokter bersama istrinya ini menjadi tamparan keras bagi dunia kesehatan di Bungo, sekaligus alarm bahaya peredaran narkoba yang kian merajalela.***

 

Komentar