Terancam Tutup , SD Diperbatasan Bungo – Dharmasraya Hanya Terima 2 Siswa Baru , Korwil 5 Jujuhan Layangkan Surat Ke Korwil Sungai Rumbai

PERISTIWA1518 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO – Sekolah Dasar negeri ( SDN ) yang berada di wilayah perbatasan Bungo – Dharmasrya  terancam tutup ,pasalnya tiga unit sekolah dasar yang berada diwilayah perbatasan tersebut menerima siswa baru sangat minim sekali ,bahkan salah satu SD hanya menerima dua orang siswa baru ,hal ini dikarenakan warga diwilayah batas lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SD di wikayah Sungai Rumbai Dharmasraya -Sumbar

Arahman Kepsek SD 53 Panual Jujuhan

Tidak hanya tingkat SD bahkan ditingkat SLTP dan SMA pun  kebanyakan peserta didik diwikayah  Jujuhan bersekolah ke wilayah Dharmaraya – Sumbar

Kurangnya minat orang tua menyekolahkan anaknya  disekolah di wilayah Jujuhan  dipertanyakan dan mendapat tanggapan dari berbagai pihak yang meminta dievaluasi dan dikaji ulang apa penyebabnya

Sekolah yang minim penerimaan siswa baru di wilayah batas Bungo – Dharmasraya diantaranya  SD 80 Sirih Sekapur hanya menerima 2 orang siswa baru ,SD 53 Dusun Panual hanya menerima siswa baru 13 orang sedangkan SD 212 Sirih Sekapur Perkembangan hanya menerima siswa baru sebanyak 27 orang

Menanggapi persoalan tersebut , Korwil 5 Jujuhan , Jasriman melayangkan surat ke Korwil Sungai Rumbai dan para kepala sekolah ” Kami sudah kirim surat ke Korwil di Sungai Rumbai dan para kepala sekolah agar tidak menerima siswa dari wilayah Jujuhan dan mengemballikannya ke sekolah yang ada di Jujuhan ” Tutur Jasriman(23/07/2024 )

Sementara Kabid Pembinaan Sekolah Dasar dinas pendidikan kabupaten Bungo dikonfirmasi persoalan tersebut belum memberikan jawaban

” Kami sudah sosialisasi ke masyarakat agar anaknya didaftar di sekolah dikampungnya sendiri faktanya  masih saja disekolahkan ke tempat lain ,saya merasa kecewa dengan sikap masyarakat tersebut ” Tutur Arahman kepsek SD 53 dusun Panual

Soal  fasilitas dan guru penunjang kami tidak ketinggalan oleh sekolah daerah sana, kami berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk mengatasi hal ini jika di biarkan akan berdampak dan bahkan sekolah diwilayah perbatasan terancam ditutup karena tidak ada siswa ” pungkasnya sembari berharap  ( Bn / azh )

 

Komentar