Bungonews.net, BUNGO – Rumah sakit umum daerah ( RSUD ) H.Hanafie Muara Bungo rumah sakit Type B yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD ) diminta untuk meningkatkan pelayanan dan diminta lebih transparan dalam pengelolaan keuangan
Hal ini disampaikan oleh pemerhati anti korupsi Jambi, Jhon Parlind
” Saya berharap kepada pengelola RSUD H Hanafie Muara Bungo untuk lebih meningkatkan pelayanan dan lebih transparan dalam pengelolaan keuangan agar tidak ada pihak yang kecewa dan tidak ada yang dirugikan ” Tutur Jhon mengawali perbincangannya ( 09/10/2023)
RSUD H.Hanafie Muara Bungo ini adalah Rumah sakit yang sudah sistem BLUD, artinya Managemen diberikan kebebasan untuk mengelola baik pnedapatan maupun pengelolaan keuangannya, keleluasan sistem BLUD ini bukan berarti publik tidak berhak megawasj dan tidak berhak mengetahuinya , penerapan sistem BLUD ini adlaah amanah dari UU nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
Pengelolaan rumah sakit yang lebih mengutamakan pelayanan masyarakat yang menggunakan prinsip Efesiensi dan produktifitas tanpa mengutamakan mencari keuntungan saja
” Kenapa saya katakan harus tingkatkan pelayanan ? Karena berawal dari pelayanan tersebut lah pihak pengelola rumah sakit mendapatkan jasa yang muaranya pada pendapatan rumah sakit itu sendiri karena pelayanan merupakan barometer keberhasilannya ” Tambahnya
Pelayanan ini adalah hak bagi pasien dan pengunjung yang wajib ditunaikan oleh pihak pengelola rumah sakit,seperti tersedianya sarana prasana dan tenaga medis termasuk layanan dari lembaga lainnya seperti BPJS, Jamkesda, Jamsostek,Jampersal, Askes dan SKTM harus diberlakukan sesuai dengan prosedur, mekanismenya serta fasiltas dan sarana lainnya seperti tempat atau ruang inap pasien yang sering kali tidak sesuai dengan peruntukan pelayanannya,jangan sampai pasien yang mestinya dirawat di klas 1 dirawat di klas 2 atau 3 termasuk adanya negosiasi ruang inap pasien ” Tutur Jhon menjelaskan
Perlu diingat, jasa pelayanan seperti jasa pelayanan umum ,PT.Askes , Jamkesda,jampersal, Jamsostek ,SKTM dan lainnya disinyalir ada potongan sebesar 5 persen berdasarkan keputusan dari diretktir RS itu sendiri dengan alasan untuk peningkatan kesejahteraan keryawan ,pegawai dan insentif para dokter ” Ucapnya
Kalau bicara keuangan rumah sakit saya mengetahui berapa nominalnya termasuk pendapatan dari sektor lainnya yang dikelola oleh pihak ketiga dan bahkan berapa nominal pinjaman ke bank lain yang diduga tanpa melalui persetujuan kepala daerah ” sebutnya
Intinya saya ingin rumah sakit daerah ini dikelola dengan baik dan kedepannya pelayanan lebih ditingkatkan serta tidak ada oknum yang sengaja mencari keuntugan sedankan daerah buntung dan masyarakat jadi terkatung -;katung ( Bn- R.01 )





















Komentar