Benang Merah edisi cetak Bungonews

PERISTIWA4 Dilihat

EDISI CETAK 382.9/2026
BUNGO NEWS

FAKTA DIUNGKAP, KEBENARAN DIPERJUANGKAN

Pembaca setia Bungo News,

Edisi cetak kali ini kami hadirkan dengan satu benang merah yang kuat:

Di halaman utama, kami menguji *Nyali APH (Aparat Penegak Hukum)* terkait dugaan kejanggalan Anggaran Baliho Diskominfo Bungo. Ada selisih angka yang mencolok antara pernyataan pejabat Rp834 juta dengan dokumen RKA yang beredar. Mulai dari volume spanduk, cetak kartu ucapan, hingga cetak Imsyakiyah. Publik menunggu, apakah ini hanya persoalan administrasi atau ada indikasi penggelembungan? Kami mendesak agar pemeriksaan dilakukan transparan dari RKA, DPA, kontrak, hingga realisasi di lapangan.

Isu pengawasan juga merembet ke sektor infrastruktur. Ada tiga proyek besar yang kami sorot sebagai alarm:

*1. Rp19 Miliar Bukan Uang Receh!* Proyek Pusparagam diduga bermasalah. Pengawas jangan tutup mata.
*2. Rp9,7 Miliar Penahan Tebing Tanjung Gedang – Jaya Setia dan Pengendalian Banjir Batang Tebo* yang sama-sama dipertanyakan kualitasnya dan terancam molor.
*3. Proyek Jalan Alai Ilir Rp4,1 Miliar* yang kontraknya berakhir tapi pekerjaan belum rampung, serta revitalisasi TK Pintar Manggis dan SD Muhammadiyah Muara Bungo senilai Rp1 Miliar yang diduga molor karena pindah lokasi sepihak.

Di sisi hukum, ada kabar baik dan kabar panas. Kabar baik: *Kejari Bungo memusnahkan 1,1 Kg Sabu dari 52 perkara* dan *Kejati Jambi resmi menahan 5 TSK korupsi Setwan Merangin*, termasuk mantan Ketua DPRD Merangin. Ini bukti hukum masih bekerja.

Kabar panas datang dari sektor perkebunan dan migas di Tebo. *PT MontD’Or diduga garap lahan warga tanpa izin* dan merusak sawit produktif, *perusahaan pipa migas juga terancam dipolisikan* karena diduga rusak lahan dan kebun warga. Di sisi lain, *Ketua OGMI juga melapor ke Polda Jambi* atas dugaan pengrusakan kebun sawit dan pemalsuan dokumen.

Dari Jambi, *Aliansi Rakyat Jambi Marah* mengguncang. Unjuk rasa soal karhutla memanas hingga *Pagar Kantor Gubernur Jambi roboh*. Masyarakat menuntut tindakan tegas terhadap perusahaan pembakar lahan.

Sementara dari Bungo, ada kejanggalan yang ironis: *Kepala BPBD Bungo mengaku anggaran Karhutla nihil*, padahal asap mengepung. Pertanyaan kami: Pemda dan DPRD ke mana?

Edisi ini juga mengupas tuntas *RDPU kasus kekerasan emak-emak di http://PT.KIM yang ternyata berakhir damai*, *warga Senamat yang menyerbu http://PT.BMA* karena diduga buang limbah tanpa SLO IPAL, serta *pengakuan Inspektorat soal perjalanan dinas dan BBM fiktif di Sekwan dan SKPD Bungo.*

Semua laporan ini adalah hasil kerja wartawan kami di lapangan, dilengkapi foto dan dokumen. Bukan hasil copy-paste.

Kami tegaskan kembali sesuai kebijakan redaksi:

> *Redaksi Bungonews tidak menerima tulisan/artikel copy paste AI dan melarang copy paste berita/artikel ini tanpa izin.*

Terima kasih telah tetap bersama Bungo News. Kritik dan saran pembaca adalah energi kami untuk terus mengawal kebenaran.

*Salam Redaksi,*
*PT. BUNGO MEDIA LESTARI*

Kunjungi: https://bungonews.net