Bungonews.net, Bungo-Baru memasuki hari ketiga pelaksanaan pameran dan ekspo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Bungo, sejumlah stan pameran dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi. Bahkan, petugas penjaga stan tidak terlihat dan barang-barang pajangan telah diangkut.
Di sisi lain, pelaksanaan pameran tahun 2026 ini juga diwarnai keluhan pengunjung terkait tarif parkir di kawasan eks MTQ yang dinilai cukup memberatkan.
Pameran yang resmi dibuka pada 19 Oktober 2026 tersebut menghadirkan berbagai stan dari instansi pemerintah dan pihak lainnya. Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah stan terlihat kosong dan tidak lagi dijaga petugas.
Di antaranya stan Kecamatan Jujuhan Ilir, stan Dinas Perhubungan Kabupaten Bungo, serta beberapa stan lainnya.
“Sejak awal kami lihat stan ini tidak ada petugasnya. Barang pajangannya pun sudah tidak ada lagi,” tutur seorang penjaga stan lainnya sambil menunjuk stan Kecamatan Jujuhan Ilir.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dan komitmen peserta dalam memeriahkan agenda tahunan Kabupaten Bungo tersebut.
Tak hanya soal stan yang sudah ditinggalkan, tarif parkir di lokasi pameran juga menjadi sorotan. Pengunjung mengeluhkan pungutan parkir sepeda motor sebesar Rp10.000 dan mobil Rp20.000.
Seorang pengunjung yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku harus membayar Rp10.000 untuk parkir sepeda motor. Namun, ketika ditanya mengenai dasar penetapan tarif tersebut, petugas parkir disebut tidak memberikan penjelasan.
“Kami bayar parkir sepeda motor Rp10.000. Kami juga tidak tahu apa dasar hukumnya. Saat kami tanya kepada petugas parkir, mereka tidak berani menjawab,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan pengunjung lainnya yang menggunakan mobil. Selain harus membayar Rp20.000, ia mengaku tidak menerima karcis parkir dengan nominal yang sesuai.
“Kami juga bayar parkir mobil Rp20.000, tetapi yang diberikan justru karcis sepeda motor senilai Rp10.000,” ujarnya.
Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi penetapan tarif, mekanisme pemungutan, serta pengawasan parkir selama berlangsungnya pameran dan ekspo HUT Kabupaten Bungo.
Publik tentu berharap penyelenggara tidak hanya berfokus pada kemeriahan acara, tetapi juga memastikan stan pameran beroperasi sebagaimana mestinya serta memberikan kejelasan mengenai tarif parkir yang dipungut dari pengunjung.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait mengenai stan yang sudah tidak beroperasi dan dasar penetapan tarif parkir tersebut. (Redaksi)
