Bungonews.net, Bungo- Kasus dana baliho pasca covid yang diduga piktif nyaris menyeret kadis Kominfo kabupaten Bungo beberap tahun yang lalu sepertinya tidak mempengaruhi anggaran di Diskominfo Bungo, pasalnya sejak dua tahun belakangan ini anggaran baliho di instansi tersebut mencapai setengah miliar lebih, pada tahun 2026 anggaran baliho sebesar Rp.534.934.000,- sedangkan anggaran untuk publikasi media yang selama ini dikeluhkan masih bertahan di angka Rp.300 juta per tahun
Besarnya anggaran baliho di Diskominfo Bungo tersebut di ketahui berdasarkan data yang diperoleh Bungonews dan pengakuan dari kepala Dinas Kominfo Bungo” Benar bang, anggaran untuk baliho dan untuk media sebesar Rp.834.934.000 per tahun, anggaran tersebut sudah termasuk media sebesar Rp.300 jutaan sehingga anggaran untuk baliho kisaran Rp 500 jutaan pertahun ” Tutur Taufik Hidayat Kadis Kominfo Bungo kepada Bungonews baru – baru ini
Ditanya anggaran anggaran pemeliharaan internet dan digitalisasi daerah, langganan internet pedesaan Blank Spot,Taufik Hidayat Kadis Kominfo Bungo yang baru menjabat beberapa bulan mengaku tidak tahu persis menurutnya anggaran tersebut tidak tersedia di DIPA diskominfo ” Anggaran keseluruhannya sebesar Rp.4,7 Miliar sudah termasuk baliho dan media” ucapnya
Diketahui anggaran kerjasama publikasi media sebesar Rp.300 juta terdiri dari 40 media Online dan 10 media cetak, tv dan radio
Diketahui bahwa dikabupaten Bungo terdapat 7 titik Blank spot terdiri dari dusun Tuo Limbur, dusun Tanjung Bungo, dusun Tegal Sari, dusun Pamunyian, dusun Renah Sungai Besar, dusun Lubuk Terban, dan dusun Rantau Tipu.sedangkan untuk wilayah kecamatan Bathin III Ulu terdapat 6 dusun dan beberapa dusun di kecamatan Pelepat,Jujuhan dan Pelepat Ilir
Bungonews masih melakukan investigasi dan pengumpulan data dilapangan, tunggu khabar selanjutnya ( BN )

































Komentar