Bungonews.net, Bungo- Ratusan juta anggaran ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa ( DD ) dusun Sumber Harapan Kecamatan Pelepat Ilir kabupaten Bungo – Jambi dipertanyakan, pasalnya selain dikelola oleh sekdus pendapatan untuk desa pun diminta lebih transparan penambahan modal setiap tahunnya pun patut dipertanyakan
“Dana Desa kegiatan ketahanan pangan dusun kami digunakan untuk usaha ternak ayam petelur yang dikelola oleh sekretaris dusun ( Sekdus ),semestinya usaha tersebut dikelola oleh masyarakat atau BUMDes ” Ujar sumber yang minta identitasnya dirahasiakan kepada Bungonews
Ditanya apakah kegiatan usaha tersebut terpisah dengan usaha BUMDes ? Dikatakannya, secara aturan harus terpisahkan antara ketahanan pangan dengan BUMDes dan tidak dapat dijadikan satu usaha karena di khawatirkan tumpang tindih anggaran ” ujar sumber
Dikatakan nya setiap bulannya Kegiatan usaha ayam petelur tersebut menyetorkan rp.6.650.000,- perbulan untuk PAD untuk membayar Insentif 25 RT namun sejak 6 bulan belakangan ini tidak disetorkan dan akan disetorkan PAD Karena desakan Ketua RT minta bayarkan gaji mereka ” imbuh sumber
Selain itu menurut sumber usaha penjualan pakan ternak dan pupuk yang dikelola oleh BUMDes tidak berjalan optimal dijadikan untuk pembelian pakan usaha ayam petelur ketahanan pangan
Pantauan Bungonews dilapangan, pekerja kandang mengakui bahwa setiap hari produk telur sebanyak 50 karvet / rak dengan harga bervariasi. ” sekitar 50 karvet per hari pak dengan harga jual tergantung besar kecil nya telur, diantaranya 60 ribu, 52.ribu dan 47 ribu ” tutur karyawan kandang
Bila 50 rak dikalikan Rp.52.000 maka pendapatannya sebesar Rp.2.600.000 diakali 30 hari maka pendapatan perbulan sebesar Rp.78.juta sedangkan setoran ke PAD sebesar Rp.6.650.000 perbulan
Terkait persoalan tersebut Sutejo dikonfirmasi belum memberikan jawaban ” Saya dipanggil oleh camat terkait masalah gaji RT ” Tuturnya dengan nada tinggi ( BN )






























Komentar