Dari Desa Lingga Kuamang ke Kampus Negeri: 18 Siswa SMAN 6 Bungo Tembus SNBP, Bungkam Stigma Sekolah Pinggiran

BUNGO, NASIONAL124 Dilihat

Bungonews.net, Bungo – Dari sebuah sudut tenang di Desa Lingga Kuamang, Kecamatan Pelepat Ilir, harapan itu tumbuh perlahan namun pasti. Di tengah keterbatasan yang kerap melekat pada label “sekolah pinggiran”, SMAN 6 Bungo justru membuktikan sebaliknya. Tahun ini, sebanyak 18 siswa berhasil menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), mengantarkan langkah mereka menuju berbagai perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.


Capaian ini bukan sekadar angka. Ia adalah cerita tentang perjuangan, disiplin, dan keyakinan bahwa mimpi besar bisa lahir dari desa kecil. Di sekolah yang beralamat di Jalan Duku, Desa Lingga Kuamang itu, semangat belajar tak pernah kalah oleh jarak maupun keterbatasan fasilitas.
Nama-nama siswa yang lulus SNBP tersebut menjadi saksi hidup bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia:
1.Oktaviansyah Eka Putra – Teknik Lingkungan S1 UNJA
2.Bayu Dwi Saputra – Farmasi S1 UNJA
3.M. Khoirul Amri – Ilmu Pemerintahan S1 UNJA
4.Putri Zahra Hasibuan – Hubungan Internasional S1 UNRI
5.Ryu Alfafa – Ekonomi Islam S1 UNJA
6.M. Adrian Saputra – Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1 UNP
7.Nesta Dwi Ariyanti – Pendidikan Kewarganegaraan S1 UNJA
8.Priyanto – Akuntansi S1 UNJA
9.Lutfi Nafisah – Ilmu Keperawatan S1 UNJA
10..Purnomo Dwi Nugroho – Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia & Daerah S1 UNJA
11.Chelvy Nur Holizah – Pendidikan Matematika S1 UNJA
12.Rahma Dwi Ariyanti – Pendidikan Ekonomi S1 UNJA
13.Mayang Fitriani – Sistem Informasi Geografis D4 UNP
14.Laura Wulandari – Arkeologi S1 UNJA
15.Adit Arnando – Agroekoteknologi S1 UNJA
16.Nabiel Arief Rahman – Teknologi Hasil Pertanian S1 UNJA
17.Salvina Aura Simamarta – Teknik Sistem Energi S1 ITERA
18.Vina Arum Melinda – Sains Informasi Geografi S1 UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Kepala SMAN 6 Bungo, Mardona, S.Pd., M.Si, menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian para siswanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata hasil kecerdasan, tetapi buah dari ketulusan banyak pihak.
“Keberhasilan ananda hari ini bukan hanya karena kecerdasan, tetapi karena bimbingan tulus para guru dan doa orang tua yang tak pernah terputus. Hormati guru kalian, bahagiakan orang tua kalian, itulah kunci keberkahan ilmu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini adalah gerbang awal, bukan akhir perjalanan. Dunia kampus, menurutnya, akan menuntut kemandirian dan tanggung jawab yang lebih besar.
“Ananda telah membuktikan bahwa usaha yang sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil. Namun ingatlah, ini adalah awal dari perjalanan baru. Jagalah nama baik diri, keluarga, dan almamater di manapun kalian berada,” pesannya.
Keberhasilan 18 siswa ini menjadi jawaban atas stigma yang selama ini melekat pada sekolah-sekolah di daerah. Dari Lingga Kuamang, pesan itu bergema jelas: tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi mereka yang mau berusaha.
Di balik seragam putih abu-abu itu, tersimpan tekad yang kini mulai menemukan jalannya dari desa, menuju masa depan.( BN )

Editor : Azwari

Komentar