Tawa dan Kebersamaan Warnai Idul Fitri, Warga Tanjung Belit Meriahkan dengan Panjat Pinang

Hiburan42 Dilihat

Bungonews.net,BUNGO- Hangatnya suasana Idul Fitri 1447 H begitu terasa di Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo. Bukan hanya tentang saling bermaafan, tapi juga tentang tawa yang pecah di tengah lapangan desa, saat warga berkumpul merayakan kebersamaan lewat berbagai perlombaan tradisional, Rabu (25/3/2026).

Sebanyak lima RT dari delapan RT yang ada, kompak menggelar beragam lomba rakyat. Dari panjat batang pinang yang penuh tantangan, tarik tambang yang menguras tenaga, hingga lomba makan kerupuk yang mengundang gelak tawa. Anak-anak pun tak ketinggalan, riang mengikuti lomba panjat batang pisang dan permainan sederhana lainnya.
Di sudut lapangan, sorak-sorai warga terdengar bersahut-sahutan. Ada yang tertawa melihat peserta terpeleset saat memanjat pinang yang licin, ada pula yang memberi semangat tanpa henti. Momen seperti ini menjadi ruang sederhana yang mempertemukan semua kalangan—tanpa sekat, tanpa jarak.

M. Ali, warga RT 04, menyebut kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan warisan kebersamaan yang terus dijaga.
“Ini tradisi dari dulu. Setiap lebaran, kami berkumpul, bikin lomba. Yang penting bukan menangnya, tapi kebersamaannya,” ungkapnya dengan senyum.
Menurutnya, seluruh kegiatan terselenggara dari swadaya warga. Iuran kecil yang dikumpulkan bersama justru melahirkan kebahagiaan besar yang dirasakan semua.
Lebih dari sekadar hiburan, perlombaan ini menjadi jembatan silaturahmi. Warga yang sehari-hari sibuk dengan aktivitas masing-masing, kini bisa kembali duduk bersama, tertawa bersama, dan merasakan hangatnya kebersamaan khas kampung.
Di tengah kesederhanaan, Tanjung Belit menunjukkan bahwa makna lebaran tak selalu tentang kemewahan. Cukup dengan kebersamaan, tawa, dan gotong royong—Idul Fitri terasa begitu utuh dan membekas di hati. (azh)

Editor : Azwari

Komentar