Kepsek di Jujuhan Diduga Tipu Rekan Seprofesi Rp150 Juta, Pernah Didemo Soal Dana BOS

BUNGO, PENIPUAN171 Dilihat

Bungonews.net, Bungo -Nama seorang kepala sekolah berinisial TA, yang bertugas di salah satu SD di Dusun Baru Patenun, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi, kini menjadi sorotan.
TA tidak hanya diduga melakukan penipuan terhadap rekan seprofesinya sendiri, tetapi juga disebut-sebut pernah terseret persoalan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah yang ia pimpin.
Kasus dugaan penipuan itu bermula dari modus investasi usaha jual beli sawit. Korban yang juga berprofesi sebagai kepala sekolah mengaku tergiur setelah TA menjanjikan keuntungan atau fee dari modal yang ditanamkan.
Namun, janji manis tersebut diduga hanya akal-akalan belaka.
“Uang itu dipinjam dengan janji akan dikembalikan utuh dan kami juga dijanjikan fee dari usaha sawit. Tapi sampai sekarang jangan kan fee, uang kami saja belum dikembalikan,” ujar KA, salah satu kepala sekolah yang mengaku menjadi korban.
Menurut korban, total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp150 juta.
Korban mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali membuat perjanjian tertulis terkait pengembalian uang tersebut. Namun hingga batas waktu yang disepakati berakhir, uang tersebut tidak juga dikembalikan.
“Sudah dua kali dibuat perjanjian pengembalian, tapi tetap saja tidak ada itikad baik. Batas waktu sudah habis, uang kami belum juga dikembalikan,” kata korban.
Tak hanya itu, persoalan lain juga mencuat dari lingkungan sekolah tempat TA bertugas. Berdasarkan informasi dari sejumlah guru, TA sebelumnya pernah membuat pernyataan akan mengembalikan dana BOS yang diduga telah digunakan.
Namun hingga saat ini, pengembalian dana tersebut disebut belum terealisasi.
“Informasi dari guru-guru di sekolah, beliau pernah membuat pernyataan akan mengembalikan dana BOS yang dipakai. Tapi sampai hari ini belum ada pengembalian,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Atas mencuatnya dua persoalan tersebut, sejumlah pihak meminta Inspektorat Kabupaten Bungo segera turun tangan melakukan audit terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.
Selain itu, pengawas sekolah dan koordinator wilayah (Korwil) juga diminta tidak tinggal diam dan segera melakukan penelusuran agar persoalan ini menjadi terang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak TA belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan tersebut. (BN)

Komentar