Kerja Sama dengan Lapas Muara Bungo, GP Ansor Bungo Siap Dampingi Warga Binaan

BUNGO130 Dilihat

Bungonews.net,Bungo-Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bungo menjalin kerja sama pembinaan kerohanian dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Muara Bungo, Provinsi Jambi, Kamis (29/01/2026).


Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bungo, Andi Putra, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk pengabdian kader Ansor kepada masyarakat luas, khususnya dalam bidang dakwah dan pembinaan nilai-nilai keagamaan yang sejalan dengan semangat kebangsaan.
“Dua hal yang menjadi ciri khas Ansor adalah keislaman dan kebangsaan. Kerja sama dengan Lapas ini merupakan kelanjutan dari dua nilai tersebut. Keislaman melalui dakwah, dan kebangsaan dengan mendampingi warga binaan sebagai wujud cinta kepada sesama anak bangsa,” ujar Andi.
Ia berharap sinergi antara GP Ansor Bungo dan Lapas Muara Bungo dapat terus terjalin erat, terutama dalam pembinaan kerohanian untuk warga binaan guna menghidupkan nilai-nilai agama serta menanamkan semangat kebangsaan.
“Ansor memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan kemasyarakatan dan penguatan nilai kebangsaan,” imbuhnya.
Andi juga menyebutkan bahwa GP Ansor Kabupaten Bungo memiliki banyak kader potensial yang berpengalaman di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan, termasuk dalam menangkal paham-paham yang berpotensi merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kader-kader tersebut merupakan alumni berbagai pesantren besar seperti Tebuireng, Lirboyo, Tambakberas, Al-Hikmah Brebes, Dayah Aceh, hingga pesantren di Jambi Seberang. Mereka memiliki sanad keilmuan yang jelas dan bersambung hingga ulama besar seperti KH M. Hasyim Asy’ari, Syaikh Nawawi Al-Bantani, dan Syaikh Mahfudz At-Tarmasi.
Menurut Andi, bibit radikalisme dapat muncul dari pengajaran agama yang keliru. Ketika seseorang yang haus ilmu agama mendapatkan bimbingan dari guru yang tidak tepat, maka penyimpangan ajaran sangat mungkin terjadi.
“Pengajar agama harus jelas sanad keilmuannya. Ansor Bungo memiliki kader yang mumpuni seperti Ustadz Sahli, alumni Brebes, dan Ustadz Syarif Abdurrahman, alumni Tebuireng. Kami juga siap mendampingi dalam aspek hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum Ansor,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasie Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Tiopan P. Situmorang, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya pembinaan warga binaan.
“Tujuan utama kami adalah bagaimana warga binaan ini bisa kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap yang positif, memiliki keterampilan, dan dapat hidup normal serta diterima oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa membina dan mendidik warga lapas merupakan tanggung jawab bersama, karena pada hakikatnya mereka adalah saudara sebangsa dan setanah air.
“Mayoritas warga binaan di Lapas Muara Bungo merupakan warga Kabupaten Bungo. Dengan keterbatasan sumber daya yang ada, kami menggandeng berbagai pihak seperti tim kesehatan, keagamaan, ketenagakerjaan, dan elemen masyarakat lainnya,” tutup Tiopan. ( BN / Syarif Abdurahman )

Komentar