Malam Ini Komunitas Teater Akan Gelar Unjuk Rasa di Halaman Disdikbud Bungo, Sampaikan Aspirasi Lewat Seni

BUNGO, JAMBI, NASIONAL330 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Suasana halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bungo, Selasa (4/11/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah personel kepolisian dari Polres Bungo terlihat berjaga di area perkantoran, sementara di halaman kantor, panggung kecil dengan peralatan teater dan pengeras suara mulai tertata rapi. Bukan untuk pementasan biasa, tetapi untuk sebuah aksi yang unik ,unjuk rasa melalui pertunjukan seni.

Aksi ini digagas oleh Komunitas Teater Bhavana, yang sebelumnya sempat kecewa karena pementasan mereka dihentikan secara tiba-tiba oleh panitia saat acara HUT Kabupaten Bungo ke-60 (Expo 2025) di arena eks MTQ beberapa waktu lalu.

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Bungo, Nasrun, S.Pd, membenarkan adanya rencana aksi tersebut.

“Benar, ada rencana aksi unjuk rasa dari komunitas teater yang merasa tidak puas atas kejadian saat expo di eks MTQ kemarin,” ujar Nasrun.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 1.000 orang dari berbagai komunitas seni berencana ikut dalam kegiatan itu.

“Mereka menyampaikan akan mulai malam ini hingga besok pagi,” tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Hasbi Ade Firman, juga mengonfirmasi hal serupa.
“Yo bang, malam ini sampai besok pagi komunitas Teater Bhavana akan menggelar aksi. Mereka ingin menyampaikan pesan lewat karya seni,” ucap Hasbi.

Menurutnya, aksi tersebut tidak bersifat provokatif, melainkan dialog kebudayaan yang disampaikan dalam bentuk puisi, musik, tari, dan refleksi seni.” Tambahnya

Dari rundown kegiatan yang beredar, aksi ini lebih menyerupai “Camping Kebudayaan”. Rangkaian acara dimulai dengan refleksi kebudayaan, pertunjukan seni, tari, dan sastra hingga tengah malam, lalu dilanjutkan dengan dialog kebudayaan yang dijadwalkan berlangsung hingga pukul 06.00 WIB esok pagi.

Dengan cara yang damai dan penuh makna, para seniman ini memilih menyampaikan suara mereka bukan lewat orasi dan spanduk, melainkan lewat karya dan ekspresi seni bahasa universal yang menyentuh hati.

(BN – war)

Komentar