Bungonews.net,Bungo — Proyek rehabilitasi di RSUD H. Hanafie Muara Bungo yang dikerjakan dengan sistem swakelola mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Publik menilai pelaksanaan kegiatan tersebut terkesan tertutup dan minim transparansi, baik dari sisi perencanaan maupun penggunaan anggaran.
Diketahui, proyek rehabilitasi itu menelan dana ratusan juta rupiah tersebut bersumber dari uang darah BLUD tahun 2025. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi terkait rincian kegiatan, volume pekerjaan, maupun progres pelaksanaan yang bisa diakses publik.
Sejumlah pemerhati kebijakan publik di Bungo menilai, pola swakelola seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menutup ruang pengawasan. Justru, menurut mereka, sistem ini menuntut akuntabilitas lebih tinggi karena dikerjakan langsung oleh instansi pemerintah tanpa pihak ketiga.
“Swakelola itu idealnya efisien dan transparan. Kalau justru terkesan tertutup, maka wajar publik curiga,” ujar salah satu aktivis antikorupsi di Bungo, Senin (28/10/2025).
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD H. Hanafie Muara Bungo maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan publik ini
Edi Mustofa direktur RSUD H Hanafie Muara Bungo di konfirmasi tidak bisa dihubungi terlihat kontak seluler telah diblokir
Masyarakat berharap pihak berkompeten ,inspektorat dan APH segera melakukan audit terbuka agar setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, bukan sekadar proyek tahunan tanpa dampak nyata.
Tunggu Khabar selanjutnya terkait dugaan mark- up , Aset dan anggaran pengelolaan makan bergizi dan nutrisi pasien
( BN – war )





















Komentar