Bungonews.net,Pangkalpinang – Jasa pelayanan ( Jaspel ) dokter spesialis dan subspesialis tahun 2024 di RSUD Dr.(HC) Ir.Soekarno Bangka Belitung dipertanyakan
Pasalnya,Diperoleh informasi 42 orang dokter spesialis dan subpesialis tahun 2024 di rumah sakit tersebut belum dibayarkan sedangkan jasa non medis,tenaga honorer hingga management diduga telah dibayarkan
Menariknya 42 orang dokter spesialis dan subspesialis telah menanda tangani Jaspel sejak Juli 2024 yang lalu dengan nilai Rp2,7 miliar ” ucap sumber yang tidak disebutkan namanya
Menurut sumber pihak manajemen rumah sakit berdalih tidak ada dana — bahkan menyebut defisit anggaran sebagai alasan penundaan. Namun, di saat yang sama, beredar informasi bahwa rumah sakit masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)
“Kami sudah bekerja, melayani pasien, bahkan risiko nyawa. Tapi jasa kerja kami tidak dianggap,” ujar salah satu dokter yang enggan disebut namanya.
Pertanyaan Kritis untuk Plt Direktur RSUD Soekarno:
1. Apakah benar dana Rp 2,7 M sudah tidak tersedia?
2. Jika tidak ada dana, ke mana perginya uang hasil klaim BPJS yang seharusnya dibayarkan kepada pemberi layanan medis utama?
3. Apakah pengelolaan BLUD RSUD Soekarno masih berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas publik?
Pengelola RSUS Soekarno Babel dituntut untuk lebih transparansi dalam penggunaan dana BLUD RSUD Soekarno Segera bayarkan jaspel dokter spesialis/subspesialis dan minta dilakukan audit independen laporan keuangan RSUD Soekarno TA 2024 dan berikan perlindungan terhadap hak-hak tenaga medis yang menjadi ujung tombak ***


























Komentar