Bungonews.net, Jakarta – Aktivis lingkungan Jambi, Syaiful Iskandar. Aktivis Gerakan Anak Bangsa Peduli (GAB Peduli), menyampaikan peringatan keras kepada Gubernur Jambi terkait polemik operasional PT. SAS yang berdekatan dengan intake air bersih PDAM Tirta Mayang. Menurut Syaiful, sikap pemerintah provinsi yang terkesan membiarkan aktivitas perusahaan tersebut sama saja mendorong masyarakat untuk berhadapan langsung dengan korporasi, yang risikonya sangat besar bagi stabilitas daerah.
“Gubernur seharusnya berdiri di sisi masyarakat, bukan memberi ruang gerak kepada PT. SAS,” tegas Syaiful. Ia menilai, tindakan gubernur yang membiarkan operasional PT. SAS, yang dinilai melanggar tata ruang dan mengancam pasokan air bersih, merupakan pengkhianatan terhadap sumpah jabatan yang seharusnya melindungi kepentingan publik.
Syaiful menyoroti bahwa operasional PT. SAS telah secara nyata melanggar Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi, yang menetapkan lokasi tersebut sebagai zona pertanian. “Ini bukan lagi soal tumpang tindih perizinan, tapi soal komitmen pemerintah menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri,” ujarnya.
Polemik ini, menurutnya, mengancam hak dasar masyarakat Jambi atas air bersih. Kedekatan lokasi stockpile dan aktivitas bongkar muat batu bara dengan intake PDAM berpotensi besar mencemari Sungai Batanghari. “Jika air bersih tercemar, masyarakat yang akan menanggung akibatnya. Ancaman kesehatan dan krisis air bersih adalah bom waktu yang sedang kita hadapi,” kata Syaiful.
Ia mendesak Gubernur Jambi untuk segera mengambil langkah tegas, yaitu menghentikan operasional PT. SAS secara permanen di lokasi tersebut. “Jangan sampai masyarakat harus bergerak sendiri menghadapi korporasi. Jika itu terjadi, gubernur telah gagal menjalankan amanat rakyat,” pungkasnya ( BN )


























Komentar