Bungonews.net, BUNGO – Tahun 2021 yang lalu 5 unit SD Dikabupaten Bungo mendapat bantuan rehabilitasi sekolah dasar ( SD ) namun dikarenakan tidak sesuai dengan specifikasi teknis 5 Unit bangunan yang sudah dipasang atap tersebut terpaksa dirobohkan dan kembali dibangun mulai dari pondasi.

Tahun 2023 kabupaten Bungo melalui Dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat Provinsi Jambi balai pelaksana Pemukiman Provinsi Jambi kabuoaten Bungo kembali mendapat bantuan rehab dan renovasi ruang kelas belajar dan bangunan baru ruang kelas belajar serta bangunan pagar di MAN 3 Tanah Sepenggal

Rehabilitasi dan bangun baru RKB dan Jamban sekolah MAN 3 Tanah Sepenggal di Dusun Teluk Pandak tersebut dikerjakan oleh rekanan kontraktor Yakni PT.Citrasarana Bangun Persada ( CBP ) dengan nilai kontrak sebesar Rp.27,7 miliar ( Rp.27,789.905.665,77)

Nilai kontrak puluhan miliar tersebut merupakan nominal kontrak keseluruhan termasuk 6 MIN ,MTs dan MAN yang lokasinya di beberapa kabupaten termasuk Kota Jambi
Sabtu (4/11/2023 ) tim investigasi Bungonews melakukan pemantauan dan monitoring pelaksanaan proyek di MAN 3 Tanah Sepenggal
Dilapangan ditemukan proyek dengan batas waktu pelaksanaan 300 hari kalender terhitung bulan 16 Juni 2023 tersebut sedang dalam pelaksanaan
Ditemukan sejumlah RKB dan kantor sekolah sedang dalam tahapan pemasangan atap dan begitu juga bangunan baru RKB dan Jamban Siswa ,sedangkan bangunan pagar belum dimulai
Dilokasi proyek tidak ditemukan direksi keet tempat berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana maupun dengan konsultan dan tidak ditemukan gambar bestek serta jadwal ( time schedule ) sehingga pengawasan masyarakat sulit dilakukan
Tidak adanya direksi keet ini pun patut dipertanyakan karena direksi keet termasuk satu kesatuan dalam kontrak proyek yang tersedia anggaran nya
Selain itu juga ditemukan para pekerja bangunan tanpa menggunakan APD ( alat Pelindung Diri ) hal ini
Khaidir selaku kepala MAN 3 Tanah Sepenggal dikonfirmasi mengatakan
” Kami hanya menerima pekerjaan siao saja pak karena yang mengerjakan adalah rekanan yang langsung diawasi oleh pihak Balai dari PUPR Jambi ” ucapnya menjawab pertanyaan bungonews terkait keterlibatannya dalam pengawasan proyek tersebut
Lebih lanjut dikatakannya bahwa pihaknya disarankan untuk berkoordinasi apabila ada perubahan ( CCO ) dalam tahap pekerjaan nantinya
Senada dengan itu Herman selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bungo juga mengakui bahwa pelaksanaan , pengawasan serta penanggung jawab proyek tersentuh leading sektornya adalah PUPR Jambi ,pihaknya hanya menerima saja
Ditemukan sedikitnya ada 6 Ruang kelas belajar termasuk kantor yang diganti atapnya hanya saja seng bekas hanya beberapa keping saja didalam gudang, belum diketahui secara pasti dikemana kan seng bekas bangunan tersebut
Sedangkan rangka baja yang digunakan diketahui bukan merek Tasso
Tunggu khabar selanjutnya di edisi berikutnya ( Tim )





















Komentar