Merasa Dibohongi, Bupati Tanjabtim Berang ” Kalau Saya Punya Kewenangan Sudah Saya Usir Petrochina dari Tanjabtim “

JAMBI25 Dilihat

Bungonews.net, Tanjabtim – Romi Hariyanto bupati Tanjung jabung timur sepertinya tidak kuasa lagi menahan emosinya , ia memutuskan untuk meninggalkan pejabat termasuk komandan korem 042 / Gapu dan petinggi militer Jambi (21/03/2023)

Keputusan Romi untuk pulang lebih dulu disaat peresmian Koramil 419/5 Geragai ini karena geram dengan Petrochina yang dinilaiya selama ini selalu berbohong .

Kerasnya bahasa yang dilontarkan Romi Hariyanto juga tepat dihadapan Komandan Korem 042/Gapu, Brigjend Supriyono dan petinggi militer Jambi dan Juga hadir Vice President Human Resources and Relations Petrochina Mr. Dencio Renato Boele dan sejumlah pejabat perusahaan pengelola Blok Jabung lainnya.

Awalnya sambutan Romi terlihat biasa-biasa saja. Namun tiba-tiba Romi meminta izin kepada Danrem untuk bicara apa adanya. Diungkapkannya, dia hadir pada acara itu semata karena menghargai Danrem dan Dandim 0419/ Tanjab.

“Izin Pak Danrem, sebenarnya saya tidak percaya lagi dengan Petro, tidak percaya lagi dengan SKK Migas dan saya anggap Petro itu hanya perusahaan yang merampok sumber daya alam Tanjung Jabung Timur dan terus berlindung di balik SKK Migas,” tegasnya.

Romi juga mengatakan, bahwa SKK Migas tidak ubahnya centeng Petrochina dan apapun komitmen yang dibangun Petro dengan masyarakat selalu tidak jalan dan hal itu dikatakan Romi seakan dilindungi SKK Migas.

“Izin Pak Danrem, kalau saya punya kewenangan sudah saya usir Petrochina dari Tanjung Jabung Timur ini,” tegasnya Selasa (21/3/2023).

Secara tegas, Romi juga menyampaikan, bahwa Pemda Tanjabtim tidak akan berhubungan lagi dengan Petrochina. Dia sudah memerintahkan seluruh jajaran Pemda Tanjabtim agar tidak berkomunikasi lagi dengan Petrochina. Beberapa kali rapat forum CSR, Pemda tidak lagi mengundang Petro.

Dilanjutkan Romi, dia tidak akan menganggu aktifitas Petro namun dia akan menutup komunikasi dengan perusahaan yang pada 2011 silam juga pernah bermasalah dengan Pemda Tanjabtim yang saat itu Pemda Tanjabtim menyegel 26 sumur migas Petrochina lantaran tidak memiliki izin lokasi.

“Mulai saat ini seluruh unsur Pemda Tanjabtim tidak akan berkomunikasi lagi dengan Petro,” tegasnya lagi.

Romi bukan kali ini saja berang dengan perusahaan migas terbesar di Jambi itu, namun pada 2018 silam, Romi pernah memaki – maki Presiden Petrochina di rumah dinasnya yang saat itu rombongan Petrochina datang bersilaturrahmi bersama anggota BPK Rizal Djalil serta ikut serta Dirjen Migas dan Kepala SKK Migas dan Romi malah bersuara keras mengatakan bahwa Petrochina tidak punya perasaan kepada warga Tanjabtim dan dia protes minimnya anak daerah yang bisa diakomodir bekerja di Petrochina tersebut.

“Untuk sopir saja mereka harus datangkan dari luar daerah, kalau bidang teknis seperti teknologi migas okelah mereka bisa berdalih anak kita belum mampu, tapi masak untuk lowongan pekerja kasar saja tidak bisa,” ujarnya lagi.

Pada acara peresmian kantor Koramil hari ini, Romi langsung menyerahkan bangunan kantor tersebut kepada Kodim 0419/ Tanjab. Dia juga menyerahkan hibah tanah tempat bangunan itu berdiri dan Romi berharap kehadiran Koramil baru di Tanjabtim dapat menjadi pendorong kemajuan dan kesejahteraan warga di wilayahnya.

Romi dan jajaran Pemda terlihat meninggalkan acara peresmian sebelum acara itu selesai dan dia sengaja berpamitan dengan Danrem untuk pulang lebih awal.

“Saya izin Pak Danrem untuk tidak ikut sampai selesai, saya tidak mau mendengar lagi ucapan orang-orang Petro yang selalu berbohong,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, diketahui bahwa berangnya Romi lantaran komitmen Petrochina untuk membangun ruas jalan Mendahara – Geragai tidak berjalan sesuai komitmen dan jalan tersebut sebelumnya dijanjikan selesai dalam tiga tahun anggaran sejak 2018 namun 2021, persis berakhirnya masa jabatan Romi sebagai Bupati, ruas Jalan tersebut sudah dibangun dengan dana CSR, namun kenyataannya, dari total panjang jalan sekitar 46 KM hingga 2023 ini baru terealisasi tiga kilometer saja.

( Bn/ SBS)

Komentar