Bungonews.net, BUNGO – Sekolah Luar Biasa Negeri ( SLBN ) Muara Bungo yang beralamat di Jalan Teuku Umar No.84 pasir Putih Muara Bungo yang sebelumnya dikenal SDLB ,sejak 2 tahun belakangan ini dipimpin oleh Budi Prasetyo

Sepintas terlihat kondisi SLBN Muara Bungo bangunan fisik berupa ruang kelas belajar dan sarana lainnya ada perubahan dari tahun – tahun sebelumnya
Tertarik untuk mengetahui perkembangan fisik , akademis hingga penggunaan keuangan negara di SLBN tersebut Sekira pukul 13,29 wib (30/05/22) Bungonews berbuncang- bincang dengan Budi Prasetyo terkait bangunan fisik dan penggunaan dana Bos
Budi Prasetyo, S.Pd yang baru menjabat 2 tahun sebagai kepala sekolah mengatakan bahwa pada tahun 2020 yang lalu sekolah yan ia pimpin pernah mendapat bantuan ruang kelas belajar dan MCK yang di kerjakan nya secara swakelola
” Pada tahun 2020 yang lalu sekolah ini pernah mendapat bantuan rehabilitasi ruang kelas belajar dan MCK yang dikerjakan secara swakelola pak ” tutur Budi diruangan kerjanya dengan raut wajah agak kaku
Ketika dicek dilapangan terlihat rehab RKB yang dimaksudnya beberapa pintu sudah rusak grendel dan kunci nya bigitu juga dinding sudah terlihat sudah dicoret , tidak hanya itu penggunaan besi behel rangka kolom balok pada bangunan dicurigai menggunakan besi yang tidak sesuai dengan spek .
Berdasarkan data yang diperoleh bahwa tahun 2022 SLBN Muara Bungo menerima bantuan berupa mebler dan pembangunan kantin sekolah , ditanya persoalan tersebut membenarkan namun kegiatan yang dimaksud belum direalisasikan
” Benar, tahun ini akan ada kegiatan pembangunan kantin sekolah ,mebler dan alat peraga yang akan dikerjakan secara swakelola namun belum dikerjakan karena dananya belum turun ” ujarnya mengakui
Menariknya , Budi Prasetyo mengakui bahwa biasanya untuk pengadaan mebler dan alat peraga langsung dari dinas pendidikan ” biasanya untuk pengadaan mebler dan alat peraga lainnya itu kami pihak sekolah hanya menerima kiriman barang dari dinas saja pak ” tambahnya
Ketika ditanya bukankah kegiatan tersebut kegiatan swakelola tim pelaksana sekolah dan satu kesatuan dalam kontrak ? Budi Prasetyo pun kebingungan
Kuat dugaan paket kegiatan swakelola sebelumnya untuk pengadaan mebler tidak dikelola oleh pihak sekolah sebagaimana yang terjadi dengan sekolah lainnya
Perbincangan berlnajut dan beralih ke penggunaan dana BOS dan bantuan bea siswa , ditanya penggunaan dana Bos Budi Prasetyo tidak bisa berkomentar banyak dengan alasan bendahara sedang sakit ,” Maaf pak bendahara komite sekolah sedang sakit ” ujarnya tanpa memberikan jawaban kapan bisa berkomunikasi langsung dengan bendahara untuk konfirmasi penggunaan dana bos.
Ditanya apakah komite sekolah dilibatkan dalam perencanaan , pelaksanaan ,pengawasan dan pelaporan penggunaan dana bos ? Diakui nya dilibatkan ” ya ,dilibatkan pak ” tutur nya agak ragu ,sembari mengaku bahwa dana bos di sekolahnya di periksa oleh inspektorat dan tidak pernah melaporkan ke dinas oendidikan kabupaten
Sementara untuk dana bea siswa diakuinya bahwa sejak beberapa tahun belakangan ini tidak ada lagi bea siswa yang masuk kesekolah nya , padahal SLB adalah sekolah yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah
Tidak ditemukan adanya papan informasi penggunaan dana bos disekolah tersebut diduga ada unsur kesengajaan agar tidak diketahui oleh publik
Diketahui pada tahun 2020 jumlah siswa SLBN Muara Bungo berjumlah 151 siswa dengan pencairan tahap 1 sebesar Rp. 90.600.000,-. tahap 2 sebesar Rp.120.800.000,- Tahap 3 sebesar Rp.90.600.000,-
Pada tahap 1 diketahui penggunaan dana untuk pemeliharaan dan perawatan sarana sekolah sebesar Rp .12.241.000,- tahap 750.000,- sedangkan tahap 3 sebesar Rp.20.540.000,- dan pengelolaan sekolah tahap 1 sebesar Rp.40.693.700,- tahap 2 sebesar Rp 23.656.000,- dan tahap 3 sebesar Rp.75.204.000,-
Sementara kegiatan pembelajaran tahap 1 sebesar Rp.5.475.000,- tahap 2 sebesar Rp.6.720.000,- dan tahap 3 sebesar Rp.22.249.500,-
Tunggu Khabar selanjutnya hasil investigasi penggunaan dana bos di SLBN Muara Bungo ( BN.R.001/JP )





















Komentar