Bandara Muara Bungo di cetus dan dibangun di era kepemimpinan Drs.H.Zulfikar Achmad mantan bupati Bungo 2 periode yang dilanjutkan di era kepemimpinan Sudirman Zaini , pada tahun 2021 di Era Kepemimpinan H.Mashuri bupati Bungo sekarang Bandara Muara Bungo kembali di bangun gedung UPBU dan Embung yang hingga saat ini belum rampung
Bandara Muara Bungo dikawasan desa Sungai Buluh Kecamatan Sungai Mengkuang ini dibangun sejak tahun 2007 yang lalu menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp 225,14 Miliar dan APBD Provinsi Jambi Rp.142,40 Miliar .Bandara Muara Bungo ini diresmikan oleh SBY dan dioperasikan pada bulan Agustus 2012 yang lalu yang melayani reguler Muara Bungo – Jakarta .

Seiring berjalan nya waktu dan seiring beroperasinya Bandara Muara Bungo ini pemerintah masih mengangarkan pembiayaan pembangunan sarana ,prasarana dan fasilitas untuk kesempurnaan pelayanan,kenyamanan dan mengatasi terjadinya banjir di kawasan Bandara Muara Bungo.
Salah satu diantaranya pada tahun 2021 pembangunan UPBU Bandara Muara Bungo,pengaspalan jalan dan Embung
Namun disayangkan hingga saat ini jelang akhir tahun pembangunan UPB yang dikerjakan oleh perusahaan Grouf Abeng belum rampung dikerjakan ,sedangkan pembangunan Embung yang berfungsi sebagai penampung air di kawasan bandara sebagai upaya pencegahan terjadi nya genangan dan banjir ternyata belum bisa dirampungkan tahun 2021 ini juga ,hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran dan keterbatasan waktu menyebabkan Embung Bandara Muara Bungo yang awalnya dianggarkan sebesar Rp 29 miiar dan di kontrakan pengerjaannya dengan perusahaan jasa konstruksi PT.Daka Mega Perkasa dengan nilai kontrak Rp.21,5 miliar ( 21,509.891.745 ) yang akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang
Pembangunan Embung pada item Spillway dan tanggul di lahan seluas 18 Ha yang berfungsi untuk untuk menampung 580 .000 M3 air sebagai pengendali air dan konservasi air di sekitar bandara ini pun terlihat sudah tidak ada aktifitas pengerjaan lagi sedangkan spillway dan bendungan tersebut telihat belum selesai dan belum sempurna sehingga belum dapat difungsikan.
Tidak adanya publikasi menyebabkan masyarakat tidak mengetahui apa saja dan sebatas.mana pengerjaan proyek yang menghabiskan anggaran Rp, 2 1, 5 miliar tersebut sehingga prediksi dan dugaan dari masyarakat awam bahwa dengan kondisi proyek Embung yang belum terselesaikan tersebut tidak mungkin menghabiskan anggaran sebanyak itu .
Disisi lain muncul pertanyaan apakah material tanah timbunan yang digunakan sudah sesuai dengan Spec atau tidak ? Yang menurut informasi menggunakan tanah di sekitar bandara yang tidak jauh dari lokasi proyek itu sendiri.
Apabila penggunaan tanah timbunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi tentunya akan berakibat pada daya tahan dari proyek tersebut , semestinya tanah timbunan yang tidak sesuai spek tersebut tidak digunakan dengan cara membersihkan nya lagi dan diganti dengan tanah timbunan yang sesuai dengan specifikasi teknis tanah timbunan.
Tidak ada satu pihak pun yang berkompeten dan yang bertanggung jawab dengan proyek Embung bandara Muara Bungo ini yang dapat memberikan keterangan .
Sementara menurut penuturan kepala bidang sarana prasarana Bappeda kabupaten Bungo ,sastra Asnawi pekerjaan Embung bandara Muara Bungo tahun 2021 sudah selesai dikerjakan dan akan dilanjutkan pekerjaan nya pada tahun 2022 mendatang ” Untuk pekerjaan Embung sudah selesai sebatas itu saja dan akan dilanjutkan oleh rekanan kontraktor pada tahun berikut nya ” Ujar nya menjelaskan
Menurut Irnanda kristandi.ST.MT Kepala sub bagian umum dan tata usaha BWS sumatera VI disaat melakukan kunjungan kerja ke pekerjaan Embung bandara Muara Bungo item pekerjaan tahun 2021 adalah pembuatan tanggul dan spillway dan tanggul untuk pekerjaan lainnya akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang , fakta dilapangan tanggul dan spillway yang dimaksud belum bisa dimanfaatkan karena belum sempurna dikerjakan
Terlihat bangunan spillway berdiri tanpa dilengkapi dengan pintu air sedangkan tanggul / pematang belum semuanya dikerjakan bahkan di beberapa titik terlihat hanya berdiri pancang sebagai pedoman kerja saja
(Tim investigasi)





















Komentar