oleh

Pengelolaan Sampah dan Pungutan Kebersihan Dipertanyakan , Begini Pengakuan Kabid Kebersihan DLH Bungo

-BUNGO-262 views

Bungonews.net, BUNGO- Tempat pembuangan dan pengelolaan sampah sejak beberapa tahun belakangan ini menjadi target prioritas dengan alasan untuk memperoleh dan mempertahankan piala Adipura sehingga semua fasilitas sarana dan prasarana disiapkan ,namun dalam praktek nya terkesan mubazir karena tidak dikelola dengan benar dan profesional ,bahkan ada juga yang sejak dibangun tidak dioperasikan

Menariknya tidak hanya didalam kota namun hingga ke pelosok pedesaan yang semestinya bukan prioritas justeru dijadikan prioritas penggunaan dana Apbdus yang bersumber dari dana APBD ( GDM ) akibatnya tempat pengelolaan sampah di desa-desa hanya dijadikan pajangan saja bahkan kendaraan roda 3 pun tidak disalahgunakan oleh oknum di desa

Ditanya persoalan tersebut Zulkarnain kepala bidang kebersihan Dinas lingkungan hidup kabupaten Bungo ,mengatakan bahwa dalam kota Bungo terdapat 3 tempat pengeloaan sampah ” Ada tiga tempat pengelolaan sampah dalam kabupaten Bungo , di Perumnas Rimbo Tengah , di Purwo Bhakti dan di samping kantor DLH ” Tutur Zulkarnain (03/10)

Lebih lanjut dikatakannya ” Untuk pengelolan nya ditunjuk petugas dan honornya dibayar oleh dinas termasuk kendaraan roda tiga ” Imbuhnya menanggapi adanya isu yang menyebutkan kendaraan roda 3 dan petugas disiapkan oleh dinas LH.

Ditanya apakah produk berupa pupuk kompos dan lain hasil penjualan nya disetor ke Pemda ? ” Hasil penjualan pupuk kompos tidak disetorkan ke dinas dan tidak disetorkan ke Pemda melainkan untuk pengelola saja dan kami hanya melakukan pembinaan saja ” Ujarnya

Lantas bagaimana dengan pungutan sampah / kebersihan di masing- masing ruko dan rumah makan yang telah menyetorkan retrebusi sampah selama satu tahun.di saat pengurusan perizinan juga dipungut retrebusi setiap bulan ? ” Bagi pemillik usaha yang sudah membayar selama satu tahun tidak lagi dipungut retrebusi setiap bulan ” tutur nya mengakui

Dijelaskan nya bahwa masing – masing ruko retrebusi nya sebesar Rp.30.000,- sedangkan untuk rumah makan memayar sebesar Rp.75.000 pebulan , begitu juga hal nya dengan tarif penyedotan tinja rumah tangga yang sempat di hebohkan oleh oknum ” Untuk tarif penyedotan tinja rumah tangga sebesar Rp.200.000 dalam kota,sedangkan yang diluar kota ditambah Rp.2000 / KM ” pungkasnya

 

Tunggu khabar selanjutnya terkait dugaan kebocoran retrebusi sampah dan rettribusi pasar  dan penyalahgunaan jabatan dan aset

( BN.R.001/JP )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed