oleh

Kurang Matangnya Perencanaan Penyebab Rumah Sakit Pratama Kuamang Kuning “Mubazir “

Oleh : Azwari

Akibat kurang matang nya perencanaan dan terkesan dipaksakan adalah salah satu penyebab rumah sakit Pratama tipe D yang berlokasi di desa Purwosari Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo – Jambi yang dibangun menggunakan anggaran belanja daerah ( APBD ) tahun 2019 dengan biaya sebesar Rp.1.8 miliar rupiah ini kondisinya sudah mulai rusak ,ditumbuhi rerumputan tanpa penerangan dan dijadikan tempat pembuangan sampah serta dijadikan tempat pacaran yang berpotensi dijadikan tempat maksiat dan tempat mengkosumsi narkoba sehingga rumah sakit pratama ini “ Mubazir “

Kondisi rumah sakit pratama tipe D Kuamang Kuning Pelepat ilir yang memprihatinkan yang dibangun dalam kondisi keuangan daerah deficit ini dapat dibuktikan oleh siapa saja yang melintasi ruas jalan dari SPA menuju SPC unit 9 Kuamang Kuning pelepat yang tidak begitu jauh dari lokasi pasar SPA dan fakta ini ditemukan langsung oleh Bungonews dilapangan .Ditemukan tumpukan sampah yang menggunung di sekitar rumah sakit dan terlihat konstuksi bangunan sudah mulai rusak ternyata dibangun di areal pembuangan sampah ( TPA ) dari pasar SPA

PERENCANAAN KURANG MATANG

Perencanaan yang kurang matang merupakan salah satu penyebab rumah sakit pratama ini dibangun dilokasi TPA tanpa menyediakan lahan pengganti TPA sehingga tidak mustahil sampah rumah tangga dan sampah dari pasar SPA dibuang di lokasi Rumah sakit tersebut karena lokasi rumah sakit yang dimaksud sebelumnya adalah lokasi Tempat Pembuangan akhir ( TPA )
Hal ini diakui oleh kepala bidang kebersihan dinas lingkungan hidup dan kebersihan kabupaten Bungo sebagaimana disampaikan oleh Zukkarnain pada tanggal 7 Juli 2021 yang lalu , bahkan diakui setiap harinya minimal sampah yang dibuang dilokasi rumah sakit tersebut sebanyak 2 truck dump truck dan 3 gerobak rodah tiga yang nilai nya sebanding dengan 3 truck dump truck
Dapat dibayangkan jumlah sampah yang tertumpuk selama satu bulan dilokasi tersebut tanpa ada pengolahan , sementara sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 kurang lebih sudah memakan waktu selama 2,5 tahun .
Apabila pembangunan rumah sakit pratama tipe D Kuamang Kuning ini tidak dipaksakan dan tidak boncengi oleh kepentingan politik tentunya ada kajian dan perencanaan yang matang dari tim dan dari para ahli dibidang nya bersama konsultan perencana tentunya rumah sakit ini tidak mungkin dibangun dilokasi tempat pembuangan sampah atau paling tidak sebelumnya disediakan lokasi tempat pembuangan sampah yang baru untuk mengantisifasi dan menghindari pembuangan sampah di lokasi dimana rumah sakit dibangun dan tidak mungkin dibangun dalam kondisi keuangan daerah yang sedang failit atau deficit anggaran , namun dikarenakan kepentingan politik menjelang pemilihan kepala daerah rumah sakit tersebut dipaksakan dibangun
Ibarat nasi telah jadi bubur mau tidak mau proyek pencitraan tersebut terpaksa dilanjutkan dengan cara ramai-ramai anggota dewan ( DPRD ) kabupaten ‘Tutup Mata “

Kendatipun demikian aksi tutup mata pun berlanjut hingga tahun 2021 sebagai buktinya hingga saat ini belum ada tanda –tanda akan dilanjutkan nya pembangunan rumah sakit pratama tipe D tersebut dan belum ada tanda –tanda disiapkan nya lahan pengganti atau lahan TPA yang baru

Diprediksikan pembiaran tetap berlanjut karena dalam kondisi keuangan daerah kabupaten Bungo kian parah ditengah pandemic covid 19 tidak akan mungkin disediakan nya sarana prasana ,perlengkapan dan personil untuk mengoperasikan rumah sakit sebagaimana ketentuan dan syarat mendirikan rumah sakit type D , alasan lainnya untuk menambah personil medis pun jauh panggang dari api karena sudah dapat dipastikan daerah tidak akan mampu membayar gaji /honor personil medis untuk di rumah sakit tersebut , disisi lain diketahui bahwa pihak Badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia telah merekimendasikan tidak akan ada pembangunan yang menggunakan dana APBD pada tahun 2021 ini terkecuali kebutuhan fital dan untuk membayar hutang tunda bayar sejak tahun 2019 yang lalu termasuk program Gerakan dusun membangun ( GDM ) yang hingga saat ini belum ada kejelasan nya .

Bila ada yang beralasan memanfaatkan personil dan tenaga medis yang ada dan tersedia sepertinya hal itu tidak mungkin terlaksana karena diketahui sebagian besar tenaga medis /dokter sudah memiliki tempat kerja masing-masing selain sebagai ASN yang ditugaskan di rumah sakit H,Hanafie Muara Bungo, puskesmas mereka juga membuka tempat praktek dan bahkan tercatat sebagai dokter medis di masing rumah sakit swasta dan klinik swasta yang sudah melebihi dari batas kemampuan .

Alasan lain nya diprediksikan tidak akan mungkin dioperasikan rumah sakit Pratama tipe D Kuamang Kuning ini adalah dengan belum diresmikan nya rumah sakit pratama tipe D Jujuhan padahal rumah sakit jujuhan ini sudah dilengkapi dengan peralatan dan ruangan yang cukup hanya saja personil nya yang belum memadai yang hanya menghandalkan tenaga medis dari puskesmas Rantau Ikil ,realita ini tentunya akan mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas bila dipaksakan

DINKES AKUI AKAN MELANJUTKAN PEMBANGUNAN DAN MELENGKAPI SARANA PRSARANA BILA TERSEDIA ANGGARAN

Jawaban tidak pasti disampaikan oleh H.Syafaruddin Matondang kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bungo ,dimana ia mengakui akan melanjutkan pembangunan dan akan menyiapkan peralatan dan perlengkapan bila tersedia anggaran pada anggaran perubahan APBD-P nantinya.

Untuk mengoperasikan rumah sakit type D di Kuamang kuning yang mana syarat nya masih terlalu jauh ini pun sepertinya tidak akan mungkin bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini apalagi hanya mengharap APBD-P , untuk menyediakan jaringan listrik untuk penerangan dan air saja pihak dinas kesehatan kebingungan karena selain membutuhkan jaringan listrik sepanjang 1 KM juga membutuh kan persdiaan air ditambah lagi dengan ruangan dan peralatan dan personil serta tenaga medisnya

PULUHAN HEKTAR TANAH ASET DAERAH LENYAP

Terungkap bahwa lokasi seluas 2 hektar untuk pembangunan rumah sakit pratama tipe D kuamang kuning yang tumpang tindih dengan lokasi tempat pembuangan sampah ( TPA ) tersebut ternyata luas keseluruhan nya adalah 33 hektar . Areal seluas 33 Hektar sebagaimana diakui oleh Zulkarnain Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bungo ini adalah asset daerah yang diperuntukan untuk penanaman rumput pakan ternak oleh dinas peternakan dan perikanan kabupaten Bungo , tanah seluas 33 Hektar tersebut ternyata hanya bisa dimanfaatkan seluas 2 hektar untuk TPA yang sekarang juga dijadikan lokasi pembangunan rumah sakit yang dimaksud sedangkan sisanya sudah ditanami sawit oleh warga .

Hal ini membuktikan kurang seriusnya pemda Bungo dan instansi terkait menjaga dan memilihara serta memanfaatkan asset daerah sehingga di kuasai oleh masyarakat , sehingga dipertanyakan lah legalitas kepemilikan asset dan dipertanyakan juga anggaran pemeliharaan asset itu sendiri.

Aset 33 hektar yang diakui ini diakui oleh Kepala Bidang Peternakan dinas Peternakan dan perikanan kabupaten Bungo ,Ir,Enggar Tri wahyudi , Menurut nya asset yang dimaksud tidak seluas 33 hektar namun luasan nya sebanyak 24 hektar yang hanya 2 hektar dimanfaatkan sedangkan sisa nya ditanami sawit oleh warga .

Disimpulkan tidak mungkin rumah sakit pratama type D Kuamang Kuning dapat dioperasikan dalam kondisi tidak tersedianya anggaran untuk persiapan sarana,prsaran dan personil serta tenaga medis dalam kondisi keuangan daerah yang masih lilit hutang daerah dan hutang GDM serta belum dioperasikan dan belum diresmikan nya rumah sakit pratama tipe D Jujuhan .

Lenyapnya asset daerah semestinya menjadi perhatian serius pemda dan instnasi terkait serta anggota DPRD untuk menginventarisir , melengkapi legalitas kepemilikan serta mengembalikan asset yang sudah lenyap dan mempaertanyakan sejauh mana anggaran pemeliharaan asset selama ini direalisasikan

Tuisan ini ditulis dan dirangkum berdasarkan fakta ,realita dan pengakuan pihak yang berkompeten dan hanya prediksi penulis saja , semoga bermanfaat

Pemred Bungonews

 

 

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed