Memprediksi Penyebab Gagal nya SMA Titian Teras Bungo

440

oleh : Azwari

Antusias masyarakat Menyekolahkan anak nya ke SMA Titian teras sangat luar biasa ,hal ini dipengaruhi nilai plus SMA Titian Teras pada perlakuan tambahan di luar kurikulum nasional melalui pengembangan materi kurikulum program pengayaan dan perluasan serta percepatan, pengajaran, remedial pelayanan bimbingan dan konseling yangberkualitas, pembinaan kuantitas dan disiplin, sistem asrama dan kegiatan ekstrakurikuler.

Disamping itu Input ,intake siswa diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Sarana dan prasarana yang menunjang untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar siswa serta untuk menyalurkan minat dan bakatnya, baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler. Lingkungan belajar yang konduktif untuk menunjang berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata, baik lingkungan dalam arti fisik maupun sosial psikologis dan lainnya

Menyikapi dan menanggapi hal ini pemerintah provinsi Jambi melalui dinas Pedidikan dan kebudayaan beberapa tahun yang lalu merencana kan pembangunan SMA Titian teras di daerah , salah satu daerah yang di tunjuk adalah Kabupaten Bungo rencana dan wacana ini pun di relaisasikan dengan adanya penerimaan siswa baru untuk SMA Titian Teras 2 Bungo dan sudah berjalan 2 tahun pelajaran , dikarenakan belum memiliki sarana prasarana untuk sementara waktu siswa tetap belajar di SMA Titian teras Jambi ( Pijoan )

Seiring dengan rencana akan di bangunnya SMA Titian teras Bungo Pro dan kontra di Provinsi Jambi pun tidak terbendung lagi , Kendatipun demikian Rencana Pembangunan SMA Titian Teras Bungo yang di perkirakan menghabiskan anggaran Puluhan miliar rupiah pun hanya bisa di setujui Rp.15 Miliar pada tahun 2020 , Anggaran Rp. 15 .Miliar ini pun di peruntukan untuk kegiatan Rehabilitasi gedung dan pembangunan Asrama Putra dan putri senilai Rp.11 miliar , Pembangunan Drainase Rp..3 Miliar dan Pembangunan SPAM Rp.1 miliar yang diduga dikerjakan asalan dan sarat masalah

Lokasi SMA Titian Teras 2 Bungo ini pun terletak dilokasi tanah milik SMK. negeri 2 Bungo yang di akui oleh pihak sekolah tanpa ada serah terima dan hibah aset dari SMK negeri 2 Bungo ke SMA Titian Teras , Disinyalir hal ini lah penyebab gagal nya SMA Titian Teras Bungo di operasikan karena satus aset adalah milik SMK bukan milik SMA yang menyebabkan para pihak khawatir untuk mengoperasikan nya di tambah dengan kemampuan keuangan daerah yang harus menganggarkan Dana Operasional sebesar Rp. 10 juta / bulan.

Menariknya beberapa tahun sebelum di bangun nya SMA Titian Teras dilokasi SMK Negeri 2 Bungo di saat kegiatan Pramuka provinsi Jambi di pusatkan di SMK Negeri 2 Bungo di canangkan bahwa di lokasi tersebut akan dibangun SMK Unggul berasrama ( baording school )

menyikapi dan menindaklanjuti nya pemerintah Jambi mengambil langkah melalui Keputusan Gubernur No.267 /KEPGUB/BAPPEDA-3.3/2019 tentang Tim Analisis Dan Pengkajian Percepatan Pelaksanaan Pembangunan SMK Unggulan Berasrama ( Baording School ) Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Tahun 2019.

Selanjut nya Kepala Bappeda Provinsi telah menugaskan staf Bapppeda Provinsi Jambi melalui Surat Perintah Tugas Kepala Bappeda Provinsi Jambi Nomor : 094/24/SPT/Bappeda-3.3/2019 tanggal 22 Januari 2019 tentang kunjungan lapangan terkait kelayakan pembangunan SMA/SMK Unggulan Berasrama (Boarding School) di Bungo Kabupaten Bungo

Diketahui bahwa SMK negeri 2 Bungo yang di dioperasikan sejak tahun 1993 yang lebih dikenal Sekolah menengah teknologi pertanian Muara Bungo ( SMTP ) dan kenal sekolah pavorit dan unggulan di kala itu

Barangkali alasan tersebut diatas salah satu penyebab SMA Titian Teras Bungo tidak dioperasikan dan bangunan nya di serahkan untuk di kelola dan di digunakan oleh SMK Negeri 2 Bungo ,sebagaimana di akui oleh Ir.B.Arief Kepala SMK Negeri 2 Bungo Kepada Bungo news baru – baru ini ( pemberitaan sebelum nya )

” Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi bersama Kabid SMK dan Kabid SMA sudah mengecek lokasi bangunan dan menyerahkan kepada SMK negeri 2 Bungo untuk mengelola nya karna tidak di anggarkan nya dana operasional sebesar Rp. 10 juta perbulan ” Tutur Ir. B.Arief

Ibarat Ketibaan durian Runtuh pihak SMK negeri 2 Bungo dengan senang hati menerima penyerahan dan tawaran tersebut ” Dengan senang hati kami terima dan kami sanggupi untuk memanpaatkan fasilitas dan sarana yang ada karena selama ini problem orang tua siswa enggan menyekolah kan anak nya karena tidak tersedia nya asrama ” Tutur Arif dengan penuh semangat dan akan berkoordiinasi dengan semua pihak agar amanah tersebut bisa terlaksana dengan baik

Terkait proyek pembangunan gedung , SPAM dan drainase dengan nilai Total Rp.15 Miliar yang diduga sarat masalah , sarat KKN dan asal jadi sebagaimana pemberitaan Bungo news sebelumnya diakui oleh Ir.B.Arief baru – baru ini sudah di periksa oleh BPKP

Kesimpulan nya ,langkah menyerahkan kembali aset ke SMK Negeri 2 Bungo adalah langkah tepat karena di khawarirkan penggunaan dana untuk operasioanal di SMA 2 titian teras 2 Bungo erat kaitan nya dengan kepemilikan aset sebagaimana masih terdaftar di Dapodik SMK negeri 2 Bungo bukan di SMA Titian Teras .

Pemeriksaan BPKP / BPK sebelum di lakukan pembayaran dana Proyek adalah langkah yang paling tepat untuk menyelamatkan keuangan negara sehingga ke khawatiran tersandung hukum pun akan dapat diminimalisir

Tullisan ini hanya prediksi dan mempedomani fakta dan realita sebagaimana hasil investigasi dan publikasi di Bungonews sebelumnya , Semoga bermanfaat

Penulis Adalah Pemimpin Redaksi Bungo news

Facebook Comments