oleh

Kasus Dugaan Penyerobotan lahan Warga Dan Hutan Produksi PT.CSH Grouf Bukti ketidak Berpihakan Pemda Dengan Masyarakat

Bungonews.net, BUNGO- Kasus dugaan penyerobotan lahan milik warga dan lahan hutan produksi ( HP ) oleh Grouf perusahaan PT. Citra Sawit Harum ( CSH ) dan PT. Malako Agro Perkasa ( MAP ) yang sempat menghebohkan dan sempat di bahas bersama Anggota DPRD Bungo sejak beberapa tahun belakangan ini hingga saat ini tidak penyelesaian

Direksi PT.CSH bersama Tim Investigasi dan wakil Ketua DPRD Kabupaten Bungo 2014 – 2019

Tidak hanya itu bagi hasil yang di terima oleh petani yang tidak wajar yang semestinya harus di jembatani oleh pemerintah daerah untuk mencari solusi nya juga tidak ada kejelasan sehingga terkesan di biarkan begitu saja

Hearing bersama perwakilan warga di DPRD Bungo

Tidak tuntas nya kasus dugaan penyerobotan lahan warga di areal sawit PT. CSH dan areal kebun karet PT. MAP  serta lahan hutan Produksi yang di tanami sawit  dalam wilayah kecamatan Pelepat,, Rantau Pandan dan kecamatan Bathin III Ulu ini adalah bukti  ketidak seriusan pemerintah daerah dan bukti ketidak Berpihakan Pemda terhadap masyarakat dan daerah / negara yang di rugikan

Terkait lahan warga yang diduga di serobot oleh pihak PT. CSH yang menaungi PT. BML dan PT. SHM  dibahas dan bahkan sudah di akui oleh management PT. CSH akan segera di tuntaskan namun kurangnya kepedulian dari pemerintah daerah akhir nya kasus tersebut di diamkan begitu saja

” Kami akan selesaikan lahan yang di klaim oleh warga dengan cara memanggil pihak – pihak terkait serta akan memblokir  pembayaran bagi hasil produksi kebun dan akan di serahkan kepada yang berhak menerima nya sesuai dengan legalitas yang di miliki pemilik lahan ” Tutur Afner Manager PT.CSH di dampingi Robert selaku Humas PT.CSH  dihadapan Sarkoni Syam wakil ketua DPRD Bungo dan Tim Investigasi  belum lama ini di kantor direksi pabrik PT. CSH

Dikala itu pihak PT. CSH pun berjanji akan berkoordinasi dengan Direksi PT.MAP terkait masalah areal Hutan Produksi yang semestinya di tanami karet namun  ratusan lahan HP di tanami Sawit untuk di selesaikan administrasi dan mengikuti regulasi dan aturan serta akan mempertanggung jawabkan nya, sayang nya juga tidak di resfon oleh pihak Pemda Bungo sehingga negara pun di rugikan akibat salah peruntukan perizinan  , hal ini juga di sinyalir dan diduga  bahwa Pemda Bungo justru berpihak kepada perusahaan .

Kasus dugaan Penyerobotan lahan Hutan Produksi oleh PT.CSH Grouf ini pun  sudah  sudah di ketahui oleh APH bahkan pihak Dinas Perkebunan dan kehutanan provinsi Jambi dan UPTD KPH Kabupaten Bungo di bahas bersama di DPRD Bungo dan bahkan di serahkan berkas lengkap oleh tim investigasi yang di saksikan oleh instansi terkait  , sayangnya tidak di tindak lanjuti

Tidak hanya itu terkait dugaan penyerobotan Hutan Produksi  oleh PT.MAP / PT.CSH Grouf ini pun sudah di koordinasi oleh Syaiful Bahri dkk ke  Dirjen kehutanan pusat juga tidak di tindak lanjuti

Terkait persoalan dugaan penyerobotan lahan milik warga dan lahan hutan produksi tetap ( HP ) diduga telah  menyalahi izin prinsip yang di keluarkan oleh Bupati Bungo pada tanggal 19 Pebruari 2005  nomor : 05 tahun 2005
Dan diduga UPTD KPH Kabupaten Bungo telah lalai dalam fungsi organisasi sebagaimana PP nomor 06 tahun 2007

Tidak hanya itu Pemda Bungo juga sudah gagal  mengawasi dan mengamankan fungsi kawasan hutan serta gagal memediasi antara masyarakat yang diduga di rugikan oleh perusahaan .

Tokoh masyarakat Bungo yang juga anggota LSM  GERAK menyebutkan bahwa pihak nya tidak akan tinggal diam dengan persoalan dugaan penyerobotan lahan warga dan lahan produksi yang diduga di serobot oleh perusahaan

” Kami tidak akan tinggal diam , persoalan dugaan penyerobotan lahan warga dan lahan hutan produksi oleh perusahaan wajib di usut dan akan kita laporkan ke Gakum RI nantinya ” Tutur Jhon ( 3/11 )  sembari berharap  bupati terpilih nanti nya mampu menjembatani masyarakat yang di rugikan dan perampasan aset negara tersebut

( BN.R.001/ tim investigasi )

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed