Melejitkan Potensi Remaja dengan Kegiatan Menulis Online

130

Oleh: Nelson Sihaloho

Abstrak:
Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang berjalan antara umur 12-21 tahun. Mengutip Atkinson (2010) bahwa masa remaja (pubertas)  mempunyai efek psikologis pada remaja yaitu pada citra tubuh, mood, harga diri, hubungan dengan orang tua dan lawan jenis, dimana sebagian remaja yang melewati hal ini tanpa kegalauan yang berat. Lingkungan dan orang tua/dewasa yang suportif dapat membantu remaja menemukan jati dirinya secara sehat dan membantunya keluar dari krisis identitas (Santrock, 2008).  Beberapa hasil penelitian menunjukkan titik berat dari peranan sekolah yang mengembangkan interpersonal remaja dalam mencapai pegetahuan, keterampilan, dan pewarisan budaya. Dengan populasi mereka yang begitu besar bagaimana caranya agar  kita mampu melejitkan potensi mereka dengan menulis karya ilmiah?.

Saat ini dengan banyaknya kegiatan menulis online memberikan pengaruh dalam melejitkan potensi siswa bahkan sumber-sumber belajar yang berkaitan dengan kegiatan lomba menulis online bisa diunduh di google. Begitu besarnya suber daya informasi ilmu pengetahuan yang bisa di unduh di situs “Mbah Google” menjadikan situs ini semakin paling populer dan paling banyak dicari untuk mendapatkan sumber-sumber belajar.

Kata kunci: potensi, remaja, menulis online.
Remaja dan potensi
Remaja sering diartikan, sudah menunjukan tanda-tanda seksual sekunder sampai mencapai kematangan seksual. Remaja dari sisi produktifitas merupakan, penduduk laki-laki atau perempuan berusia 10-19 tahun yang mengalami peralihan ketergantungan sosial-ekonomi menuju mandiri.

Data berbagai sumber mengungkapkan bahwa jumlah remaja tahun 2010 berjumlah 43.551.815 jiwa dengan nilai pertumbuhan sebesar 0,6%. Adapun permasalahan seputar remaja yakni perilaku remaja sangat bergantung pada keluarga, teman, lingkungan Pendidikan, lingkungan tempat tinggal. Begitu juga dengan permasalahan remaja secara umum dapat kita amati seperti diduga terlibat masalah tawuran, masalah narkoba, pergaulan bebas hingga ada yang ikut candu terhadap minuman keras. Padahal remaja merupakan sumberdaya manusia (SDM) yang tergolong usia produktif apabila diberdayakan dengan dengan baik.  Usia produktif merupakan penduduk yang berusia 15-59/64 tahun, sudah mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu. Jumlah penduduk  Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan sebanyak 258.705.000 jiwa, dari jumlah 258. 705.000 tersebut, jumlah penduduk laki-laki sebesar 129.988.700 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 128.716.000 jiwa.

Indonesia yang kini siap mendapatkan bonus demografi dimana merupakan suatu peluang yang dinikmati oleh suatu negara sebagai akibat besarnya proporsi penduduk produktif (15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya. Di negara kita fenomena ini terjadi karena proses transisi demografi yang berkembang sejak beberapa tahun silam dipercepat dengan keberhasilan menurunkan fertilitas, meningkatkan kualitas kesehatan dan suksenya program pembangunan era orde baru-sekarang. Peluang ini menjadi pilar peningkatan produktifitas, sumber pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan SDM produktif.

Ketika angka kelahiran turun, pertumbuhan pendapatan perkapita untuk memenuhi kebutuhan penduduk usia anak-anak dapat dialihkan untuk peningkatan mutu manusia dan membuka peluang perempuan masuk pasar kerja yang mendongkrak produktivitas.

Potensi
Manusia dan ilmu adalah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisah dan dipilah. Penyatuan dari keduanya itu menjadi suatu unitas yang mewujudkan esensi manusia menjadi bermakna dalam upaya menggapai misi hidup dan kehidupan. Proses pencarian ilmu dan pengetahuan itu berlangsung secara fleksibel. la tidak terikat secara ketat pada dimensi ruang dan waktu. Aktivitas pencarian itu dapat terkondisikan oleh sistem institusional ataupun non institusional, secara individu maupun kelompok, transfer of knowledge (value). Beraksi tanda mempedulikan umum.

Kunci utamanya adalah kemauan dan kesungguhannya dalam upaya menangkap kesempatan itu.Mengutip Endra K (2004: 6) mengemukakan bahwa:

Potensi dapat disebut kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendam dan belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi yang dimaksud disini suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah. Budiyono (2006:3) menyatakan beberapa potensi yang dimiliki manusia yakni potensi fisik (psychomotoric), potensi mental spiritual ( Intelegent Quotient), potensi kecerdasan emosi (Emotional Quotient), potensi daya juang (Adversity Quotient) dan potensi mental spiritual (Spiritual Quotient).

Di lingkungan pendidikan formal siswa dapat menerima pengalaman-pengalaman yang membantu untuk lebih memahami beberapa makna kehidupan termasuk dalam menulis. Melalui sekolah siswa didorong serta dimotivasi untuk mengembangkan potensi  menulis yang mereka dimiliki.
Di sekolah, siswa melakukan beberapa kegiatan salah satunya adalah belajar menulis karya ilmiah. Belajar menulis karya ilmiah dapat diartikan sebagai suatu proses yang dialami oleh seseorang sehingga terjadinya perubahan tingkah laku dari tidak tahu menulis karya ilmiah menjadi tahu menulis karena adanya pengalaman. Kini kegiatan belajar khususnya ekstrakurikuler guru sudah banyak menerapkan system pembelajaran online dalam membantu para siswa untuk mendapatkan materi-materi lomba dalam neulis karya ilmiah.

Padahal jika dirunut bahwa  tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler  yakni kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan siswa beraspek kognitif, efektif, dan dan psikomotor.
Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif. Dapat mengetahui, mengenal serta membedakan antara hubungan satu pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.

Hasil penelitian Karen Precel, Yoram Eshet-Alkalai, and Yael (2009) terkait dengan kontribusi komponen-komponen dalam blended learning menunjukkan bahwa komponen pembelajaran yang dianggap paling berkontribusi belajar adalah tugas-tugas (rerata = 4,72), buku cetak (rerata = 4,54), presentasi pertemuan (rerata = 4,42), dan pertemuan kuliah tatap muka dengan instruktur (rerata = 4,15).

Video online kuliah memberikan kontribusi terhadap belajar (rerata = 3,83), buku pelajaran online memiliki kontributsi rata-rata untuk belajar (rerata = 3.32), walaupun kontribusinya rendah hampir setengah dari peserta (46,5%) menyatakan sering menggunakannya. Pembelajaran blended learning misalnya, keuntungan yang diperoleh dengan manfaat pembelajaran berbasis blended bagi lembaga pendidikan atau pelatihan yakni memperluas jangkauan pembelajaran/pelatihan, kemudahan implementasi;  efisiensi biaya; hasil yang optimal, menyesuaikan berbagai kebutuhan pebelajar serta  meningkatkan daya tarik pembelajaran. Begitu juga dengan mengikuti lomba menulis karya tulis ilmiah online.

Para siswa bisa langsung dengan cepat mengirimkan naskah-naskah hasil karya tulis ilmiahnya ke pihak panitia.
Beberapa Tips
Ada beberapa Tips agar menjadi remaja yang aktif dan produktif. Diantaranya bangun arah dan tujuan yang jelas, berwawasan dan belajar,  mengambil inisiatif, fokus dan tekun, lakukan apa saja yang bisa, cari kesempatan dan gunakan peluang, menghargai usaha-usaha perbaikan.

Kemudian, berpartisipasi pada prestasi, menggali ilmu sebanyak mungkin, berani mencoba berkarya dan bekerja. Tips lainnya adalah Betapa Mudah Menulis Karya Ilmiah  (2009) karya Prof. Suyanto, dan  Asep Jihad (2009)
Soyanto, dkk, et.el menyatakan kiat menulis paling baik bahwa faktor penting yang menyebabkan keberhasilan dalam menulis adalah aspek motivasi (baik motivasi yang bersifat trivial-individual, sampai tingkatan yang sangat substansial universal, yaitu self-actualization). Selain itu, tulisan yang dipublikasikan akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi pembaca dan juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Suyanto, et.el, hal ini senada dengan pandangan American Psychological Association (1983: 17) bahwa, “although writing for publication is sometimes tedious, the rewards of publication are many for the writer, the reader and the science.”. Menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika) (DeProter, 1999:179).

Peran otak kanan (emosi) dalam kegiatan menulis adalah memberikan semangat, melakukan spontanitas, memberi warna emosi, memberikan imajinasi, membuat gairah, memberikan nuansa unsur baru, dan memberikan corak kegembiraan dalam tulisan sedangkan peran otak kiri (logika) dalam menulis adalah membuat perencanaan (outline), menggunakan tatabahasa, melakukan penyuntingan, mengerjakan penulisan kembali, dan melakukan penelitian tanda baca. Camel Bird (2001:32) menyatakan bahwa seorang penulis di depan komputer itu ibarat kucing yang terperangkap di balkon; mereka kadang menulis paling baik ketika mereka terjebak dalam bahaya, menjerit untuk menyelamatkan hidup mereka.

Jika saya mengurung siswa-siswa saya di balkon, kadang saya mendapat hasil berupa suara mereka. Adapun karya tulis ilmiah merupakan sebuah karya tulis yang disajikan secara ilmiah dalam sebuah forum atau media ilmiah.

Karakteristik keilmiahan sebuah karya terdapat pada isi, penyajian, dan bahasa yang digunakan. Isi karya ilmiah tentu bersifat keilmuan, yakni rasional, objektif, tidak memihak, dan berbicara apa adanya. Isi sebuah karya ilmiah harus fokus dan bersifat spesifik pada sebuah bidang keilmuan secara mendalam. Kedalaman karya tentu sangat disesuaikan dengan kemampuan sang ilmuwan.

Berdasarkan hasil pengalaman penulis agar para remaja dapat sukses dalam menulis karya ilmiah uang perlu diperhatikan  adalah bahwa ide atau gagasan yang menjadi topik penelitian harus menunjukkan hal yang unik. Bahwa gagasan yang kita susun harus membuat pembacanya ingin tahu (curios). Latar belakang masalah harus focus dan terkait secara jelas dengan judul atau topik penelitian.

Perumusan masalah harus cukup tajam, tidak terlalu luas. Kajian pustaka harus mengarah pada teori yang digunakan, tidak hanya pendapat atau definisi.  Apabila sumber merujuk internet, harus jelas orang atau buku yang memuatnya, tak sekedar url.  Jenis penelitian harus jelas (deskriptif, explanatory atau experimental).

Kalau studi kasus, bisa deskriptif mendalam; untuk explanatory, bisa menggunakan statistik. Untuk experimental, harus jelas batasan masalah atau asumsi experimen.  Pembahasan harus mengacu pada analisa data atau prototype (teknologi). Khusus teknologi, harus ada data hasil uji atau perbandingan, tidak cuma hastakarya.  Kesimpulan yang disajikan harus menjawab perumusan masalah.
Saran-saran harus terkait dengan kesimpulan penelitian.

Mengikuti Lomba Menulis Online
Umumnya pada anak berbakat, prestasi belajarnya juga tinggi bahkan kadangkala siswa berprestasi tinggi kurang mampu berprestasi dalam kegiatan lomba menulis karya ilmiah. Di sisi lain dapat  juga kita temukan anak berbakat yang prestasinya tidak optimal bahkan sering kali bermasalah.  Prestasi yang kurang tersebut sering dianggap karena faktor motivasi dan psikologis.

Anak sering dianggap malas dan tidak bersungguh sungguh, dan sering kali orangtua disalahkan karena tidak menerapkan disiplin.  Banyak penelitian menyebutkan, diantara anak berbakat tidak berprestasi karena mengalami kesulitan yang terselubung (sumber: Silverman 2002).

Anak berbakat dapat juga mengalami gangguan belajar.  Kelompok ini dibagi atas 3 subgroups yakni anak telah teridentifikasi sebagai berbakat tapi kesulitan disekolah. Anak dengan kesulitan belajar yang berat, sehingga adanya kemampuan bakat tidak pernah dikenali.

Baum (1985) menemukan 33% anak dengan kesulitan belajar mempunyai kemampuan intelektual yang superior.  Anak-anak tersebut tidak pernah mendapatkan program untuk anak berbakat;  Anak dengan kemampuan dan kesulitan belajar yang saling menutupi secara tumpang tindih.  Anak ini berada dikelas regular, dan kemampuannya pada tingkat rata-rata (Brody 1997).. Apabila anak tertarik akan sesuatu dan terdapat kesempatan atau tantangan yang sesuai, maka dia akan dapat berprestasi (Brody 1997).

Sebagaimana kita ketahui bahwa proses menulis itu sendiri terdiri dari beberapa kemampuan yang saling berhubungan yaitu; memformulasikan gagasan, merubah gagasan menjadi sekumpulan kata, membuat menarik, menggunakan bahasa untuk mengekspresikan gagasan, membuat pikirannya cukup komunikatif dengan pembaca, ejaan, tata bahasa, pemisahan antar kata, penempatan huruf besar, pemilihan kata yang tepat, struktur kalimat, menulis (Silvester 2002). Untuk visual learner hanya memformulasikan gagasan yang mudah dilakukannya, gagasan-nya cemerlang, sesuatu yang baru, ceritera yang menarik, memecahkan masalah.

Tapi mengalami kesulitan dalam melakukan proses menulis yang selanjutnya, mereka kesulitan untuk merubah gagasan menjadi kata, tidak mau menulis, sehingga gagasannya yang banyak dan cemerlang tetap tertahan tidak tersekspresikan (Silvester 2002).

Dengan memahami proses alamiah berpikir, anak akan dibekali dengan kemampuan memahami terjadinya daya ingat, proses sensorik, pengorganisasian mental dan pola belajar dan pembekalan tentang pengetahuan organisasi, interpersonal dan strategi pemecahan masalah yang lain.

  Pelatihan yang demikian akan membawa anak dapat menghadapi masalah spesifik dan proses belajar secara umum yang akan mendatangkan keberhasilan. Mengutip Whitmore (1980), menyatakan terdapat 3 strategi untuk menangani anak berbakat dan anak dengan pencapaian yang tidak optimal. Ke tiga strategi itu pertama, strategi suportif, yaitu dengan menciptakan tehnik dan design kelas yang menimbulkan perasaan bahwa anak adalah anggota keluarga dari kelas tersebut, termasuk metode untuk mendiskusikan masalah anak, design kurikulum yang berdasarkan kebutuhan dan minat anak, dan memberi kesempatan anak untuk mengumpulkan tugas tentang materi yang sudah dikuasainya. Ke dua, strategi intrinsic.

Anak cerdas istimewa selalu mempunyai keinginan untuk belajar untuk meningkatkan potensi akademiknya.  Suasana kelas harus mengundang dan memberi kesempatan anak untuk menunjukan usahanya.
Guru tidak hanya menilai dari kesuksesan anak, tapi juga melihat usaha yang dilakukan anak,memberi kesempatan murid untuk melakukan evaluasi hasil pekerjaan sendiri, sebelum memberi nilai. Ke tiga, strategi remedial.  Guru harus menyadari bahwa anak dengan prestasi yang tidak optimal bukanlah anak yang sempurna; setiap anak mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam hal kebutuhan sosial, emosional dan intelektual.  Dengan strategi remedial anak diberi kesempatan untuk meningkatkan kekuatan dan minatnya dan kesempatan ini juga akan meningkatkan daerah spesifik kesulitan belajarnya.  Hal ini akan bermanfaat bila ada minat dari anak dan dipilih guru yang sesuai (mengerti minat dan pola belajar anak), dengan strategi pembelajaran tambahan yang bertujuan untuk membantu anak.

Masa kini dinyatakan sebagai abad otak dan millenium pikiran ( century of brain and millenium of mind). Suatu tuntutan paling tidak berupa suatu perubahan dari persaingan kualitas SDM melalui knowledge to knowledge competition menjadi persaingan dalam kualitas SDM sesuai dengan kecerdasannya.SDM pada abad 21 dan di masa depan harus cerdas (intelligent). Albert Einstein, mengatakan bahwa ada dua hal yang tidak terbatas, alam semesta dan otak manusia. Begitu hebatnya maka banyak tokoh otak menyampaikan keistimewaan otak manusia ini antara lain, Sir Charles Sherrington, mengatakan bahwa otak manusia adalah satu alat tenun dengan  berjuta pintalan  mengikat, menenun satu  pola, selalu satu pola penuh arti, meskipun tidak pernah seorang percaya, satu harmoni bergeser menjadi sub pola.  Potensi kecerdasan sebagai inti Inteligensi merupakan pusat kreatifitas dan inovasi yang dihasilkan oleh suatu fungsi organ otak pada manusia (Cattel,1971) atau manusia dapat beraktifitas bermanfaat yang merupakan kegiatan kreatif dan inovatif berdasar derajat inteligensi yang dimotori oleh otak yang sehat.

Begitu juga dalam melejitkan kecerdasan remaja dengan mengikuti kegiatan lomba menulis online apabila berpikir dan memiliki mental yang sehat akan muncul menjadi manusia-manusia yang produktif dalam menulis. Otak harus tetap dirangsang dan dipacu untuk lebih banyak bekerja pada hal-hal yang memacu adrenalin untuk meraih keberhasilan.

Keberhasilan dalam mendapatkan sesuatu harus dibuktikan dengan kerja keras, demikian juga menulis karya tulis online para remaja atau siswa harus semakin giat belajar dan mencari sumber-sumber ilmu pengetahuan di blog “Mbah Google”. Para remaja atau siswa hendaknya mengikuti kagiatan lomba menulis online yang benar-benar memiliki standar serta legalitas yang menuntut persyaratan sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah menulis online. Semoga. (*****).

(Dihimpun dari berbagai sumber: penulis adalah guru SMP Negeri 11 Kota Jambi).

Facebook Comments